Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia



Perlihatkan Tulisan

Seksi ini mengijinkan Anda untuk melihat semua tulisan yang dibuat oleh anggota ini. Catatan bahwa Anda hanya bisa melihat tulisan yang dibuat dalam area di mana Anda memiliki akses terhadapnya.


Pesan - Trubus

Halaman: [1]
1
Artikel tentang Tanaman Hias / Philodendron: Si Daun Warna-Warni
« pada: April 01, 2012, 08:09:18 PM »
Warna-warni daun philodendron memang terbukti bisa memberikan nuansa sejuk dan segar. Maka tak heran jika flora ini mendapat julukan aneka minuman yang menyegarkan.

Philodendron memang bukan jenis tanaman baru. Beberapa bulan terakhir, keberadaanya sempat membayangi anthurium. Beberapa nursery telah memprediksikan calon ketenaran philodendron. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya nursery yang melakukan stok tanaman ini.

Awalnya tanaman ini hanya distok di bagian belakang nursey. Namun , awal tahun 2007 ini nampaknya para pemilik nursery telah banyak yang memajang phylodendron dalam geray yang terletak di depan. Bahkan, ada pula penjual tanaman yang memajang philodendron sebagai salah satu tanaman unggulan.

 

Berwarna-warni daunnya

Trend memang selalu diikuti dengan semakin meningkatnya jumlah permintaan. Akibatnya, harga pun menjadi semakin melambung. Jika kondisi seperti itu berlangsung terus, tak mustahil akan terjadi kelangkaan stok barang.

Philodendro termasuk jenis tanaman hias daun. Keberadaannya sering menjadi tredn pada waktu musim hujan. Tanaman ini banyak diminati lantaran mudah diperbanyak serta memiliki penampilan yang cantik.

Berbeda dengan anthurium, warna daun philodendron itu beragam. Ada yang berwarna hijau muda, kuning menyolok, jingga, merah dan cokelat kehitaman. Warna-warna daunnya yang beraneka ragam seperti itu membuat philodendron diberi julukan tertentu. Semisal philodendron dengan daun berwarna kuning menyuluk diberi juluka orange juice. Sebab, daun tanaman tersebut bisa menghadirkan kesegaran layaknya jus jeruk. Sementara itu, philodedron dengan daun berwarna hijau muda diberi nama melon juice.

Meski ragam jenis philodendron ada banyak, namun jenis philo eceng nampak paling banyak distok oleh para pedagang tanaman hias. Nampaknya naluri bisnis para pedagang tanaman hias tersebut mengatakan bahawa jenis philo eceng bakal menjadi tanaman favorit pada tahun ini.

Warna daun pilo eceng memang tidak semeriah bila dibandingkan dengan jenis lomon juice, melon juice dan orang juice. Warna daunya hijua muda dengan batang lebih cerah. Hanya saja, bentuk daun philo eceng lebih unik ketimbang bentuk daun jenis philo lain. Sosoknya menyerupai eceng gondok yang banyak tumbuh di rawa-rawa.

Batang daun philo eceng menggembung. Daunnya berbentuk lanset. Tebal serta berpenampilan kompak. Kualitas philo eceng ditentukan berdasarkan postur tanaman, bentuk dan ukuran tanaman. Pedagang biasanya memberikan kode kualitas tanaman dengan singkatan KW. Philodendron berkualita paling bagus diberi konde KW 1, kualitas di bawahnya KW 2 dan seterusnya.

Bandel dan mudah dirawat

Cara pemeliharaan philodendron tidak rumit. Tanaman ini tergolong jenis tanaman yang tahan panas, dan tahan ternaung. Jadi ia bisa ditanam di mana saja. Di taman maupun di teras, sebagai tanaman indoor. Hanya saja menurut pengakuan Yeti petani philodendron di Sawangan, Depok, jenis philo impor memiliki daya tahan yang tidak sebagau philo lokal. Daunnya mudah membusuk bila terlalu sering terkena air hujan.

Penampilan philodendron menjadi semakin cantik bila ditanam di daerah dataran tinggi. Posturnya semakin kompak seiring dengan semakin bertambah tingginya lokasi penanaman. Warna daunya pun akan menjadi kian pekat bila dibudidayakan di derah berhawa sejuk.

Tanaman ini juga mudah diperbanyak. Yaitu dengan jalan split anakan. Pertumbuhan philodendron tergolong cepat. Lebih cepat bila dibandingkan dengan anthurium.

Meski termasuk jenis tanaman yang bandel, bukan berarti philodendron kebal hama dan penyakit. Busuk pangkal daun, akar dan batang sering menerjang philodendron jika dibudidayakan di tempat yang terlalu lembap, dan kurang terkena sinar matahari. Hama penggerek senang mengganyang batang sera daun philodendron. Jenis hama lain adalah siput.

Serangan busuk akar bis adicegah dengan jalan mengatur frekuensi penyiraman. Jatah penyiraman cukup diberikan 1 kali saja dalam sehari. Agar air tidak menggenang, media tanam haru porus. Media tanam seperti itu bisa dibuat dengan meramu kompos, tanah dan sekam. Perbandingannya masing-masing 2 : 1 : 2. Serangan penyakit busuk juga bisa ditangkal dengan jalan menaruh tanaman di tempat yang cukup terkena sinar matahari. Philodendron juga sebaiknya dihindarkan dari terpaan air hujan sexcara langsung.

Philodendron adalah jenis tanaman hias daun. Maka, ia tidak butuh pupuk dengan kandungan Pospor dan Kalium yang tinggi layaknya jenis tanaman hias bunga. Pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk majemuk dengan kandungan N. P, dan K yang seimbang. Semisal 20 : 20 : 20 atau 15 : 15 : 15. Pemupukan dilakukan 1 – 2 kali dalam sebulan.

Kompak atau tidaknya tajuk philodendron sangat dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari. Agar tajuknya bisa kompak, sebaiknya seluruh bagian tanaman terkena sinar matahari secara merata. Sinar matahari ang tidak merata bisa mengakibatkan pertumbuhan tajuk philo menumpuk di salah satu sisi. Bagian yang jarang terkena sinar matahari akan terhambat pertumbuhannya. Sehingga kelihatan kosong.

Tips dan trik agar daun mulus dan mengkilap

Daun philodendron bisa mulus jika sehat. Tanaman ini harus memperoleh jatah hara secara cukup dan seimbang. Agar daun tidak terbakar, sebaiknya ditaruh di tempat yang terhindar dari terik matahari. Daun bisa tampil mengkilap jika selalu dilap. Dilakukan dengan busa basah setiap sehari sekali.

Source: agriculturesupercamp.files.wordpress.com


2
Artikel tentang Tanaman Hias / Adenium Obesum Double Gentle Breeze
« pada: Januari 31, 2012, 03:36:51 AM »
Adenium adalah jenis Sukulen berbunga dalam keluarga dogbane, Apocyanaceae. Ada beberapa spesies dalam genus ini, Obesum, Arabicum, somalense dan Thai Socotranum. Tanaman ini sering disebut Desert Rose (Mawar Gurun) seperti yang ditemukan di Afrika Utara dan gurun Arab dan bisa beradaptasi di daerah bersuhu panas tinggi hingga 49 celcius. Anda juga dapat menemukan tanaman ini di Afrika Selatan varietas menemukan ada bunga musim dingin dan disebut multiflorum.


3
Artikel tentang Tanaman Hias / Makin Indah dengan Anggrek
« pada: Januari 12, 2012, 03:28:31 AM »
Bunganya cantik, berwarna-warni, dan tahan lama. Batang serta daunnya pun kuat. Itulah ciri khas angrek yang akan menjadikan rumah Anda tampak lebih indah dan asri. Pilihan bunga anggrek dalam menghiasi pekarangan dan rumah tampaknya merupakan langkah yang tepat.

Semakin mendalami anggrek, Anda akan semakin kesengsem bahkan sampai menjadi anggrekmania. Anggrek adalah bunga yang unik, indah, dan menarik hati siapa pun yang melihatnya. Karena keindahannya itu pula, para pecinta jenis bunga ini kini rajin memburu berbagai jenis anggrek sampai ke berbagai negara, khususnya yang tergolong langka.

Bunga yang menawan ini cocok sekali ditempatkan pada ruang tamu, teras halaman, dan pekarangan rumah. Juga sangat indah jika dijadikan sebagai penghias di arena pesta perkawinan baik di dalam gedung maupun di ruang terbuka.

Anggrek lebih cocok ditempatkan di luar rumah, seperti teras, kebun, dan halaman rumah, agar tetap terjaga kelembabannya. Selain itu juga tidak boleh langsung terkena sinar matahari, anggrek lebih suka ditempat yang teduh.

Beberapa spesies anggrek Indonesia mempunyai arti cukup penting dalam perkembangan agroindustri anggrek di dunia. Misalnya anggrek larat (Dendrobium phalaenopsis) dan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis). Hampir semua hibrida komersil dendrobium dan phalaenopsis di dunia, merupakan keturunan dari dua spesies ini.

Saat ini anggrek yang sedang laris di pasaran adalah jenis anggrek hasil persilangan (hybrid). Ini karena harganya relatif murah dibandingkan anggrek spesies. Anggrek spesies adalah anggrek yang masih asli belum disilangkan (dimodifikasi).

Sedikitnya ada tiga jenis anggrek yang laris di pasaran, pertama dendrobium hybrid, misalnya dendrobium keriting. Jenis ini memiliki daya tarik tersendiri mengingat warnanya yang cerah dan bentuknya pun bermacam-macam. Anggrek ini pun mudah dikawinkan dan hasil persilangannya sangat menarik. Setelah dilakukan persilangan, anggrek ini menjadi bervariasi warna dalam satu kelopak bunga, bahkan dari satu tangkai menjadi beberapa tangkai. Dendrobium keriting, salah satu anggrek yang paling diburu oleh para anggrekmania baik spesies maupun modifikasi (hybrid). Harga dendrobium keriting lumayan mahal, sampai jutan rupiah per pohon.

Kedua, anggrek jenis vanda hybrid, misalnya vanda dr anex, sansai blue 3n, dan pat delight. Sedangkan yang ketiga, anggrek yang laris di pasar, adalah jenis anggrek cattleya hybrid, misalnya batavia beatuty, dan pot harng tay.

Tidak semua anggrek dapat disilang. Ada anggrek yang hanya bisa menjadi 'ibu,' tapi belum tentu menjadi 'bapak' (jantan) atau sebaliknya. Untuk mengetahui mana anggrek jantan dan mana yang bukan adalah dengan melihat polannya (sari). Kalau polan berwarna kuning tua, itu berarti anggrek jantan. Bila anggrek memiliki polan kuning muda, dia hanya dapat menjadi betina.


Merawat

Memelihara tanaman anggrek tidak lepas dari proses perawatannya. Pertumbuhan tanaman anggrek dengan hasil bunga yang maksimal bakal bisa didapat kalau perawatannya dilakukan dengan baik. Merawat anggrek bukanlah hal yang sulit. Yang perlu diperhatikan adalah faktor kelembaban, sinar matahari dan udara, air, pupuk, suhu, dan potnya.

Kelembaban

Anggrek memerlukan kelembaban 60 persen. Kondisi ini bisa didapatkan dengan menaruh dalam pot atau nampan dengan batu-batu dan air di bawah atau di sekitar anggrek. Pengaturan kelembaban seperti itu sangat penting, karena jika tidak, Anda harus membuat rumah anggrek (greenhouse) sendiri yang biayanya tentu jauh lebih mahal.

Selain itu, karena berasal dari kawasan sangat tropis, anggrek menjadi tinggi batangnya. Karena itu pula perlu wadah yang kelembabannya lebih besar. Sinar dan udara. Anggrek lebih senang tanpa sinar langsung sepanjang hari. Ventilasi juga sangat penting, baik dengan membuka jendela atau memasang fan (kipas). Ini membuat tanaman anggrek senang dan mengurangi peluang terjangkit hama atau bakteri. Pergerakan udara yang baik dan konstan juga dapat mencegah air atau jamur masuk ke sela-sela daun dan batang. Jika menemukan jamur, bersihkan tanaman dengan sabun dan air.

Air

Untuk mengetahui kapan perlu penyiraman (air), angkat anggrek dan potnya. Jika terasa ringan, sirami kembali. Jenis dendrobium nobiles sedikit lebih perlu perhatian ketika musim berbunga tiba. Anggrek jenis ini lebih senang bila ditempatkan di tempat yang lebih dingin selama musim itu.

Hama dan Penyakit
Penanganan hama dan penyakit hendaknya berpegangan pada prinsip; mencegah lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu, sedapat mungkin anggrek di rumah dirawat dan dijaga jangan sampai terserang hama.

Melakukan pencegahan sedini mungkin akan lebih efisien dari segi biaya maupun waktu dibangdingkan dengan pengobatan hama. Seperti jenis tanaman lain, anggrek spesies pun tidak luput dari ancaman serangan hama. Serangga, ulat, ngengat, kutu, dan siput, merupakan beberapa contoh hama yang sering mengganggu tanaman anggrek.

Hama-hama tersebut umumnya menyerang atau memakan bagian tanaman seperti daun atau bunga. Selain memakan bagian tanaman, sering kali hama-hama tersebut meletakkan larva atau telurnya di bagian tanaman. Untuk mengantisipasi serangan hama, anggrek harus disemprot seminggu sekali pada waktu sore dengan insektisida, fungisida, dan diberi pupuk misalnya; hyponex, growmore, dan vitamin B-1 seminggu dua kali pada waktu pagi.

Serangan hama dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup merugikan. Untuk itulah diperlukan upaya pengendalian dan kontrol terhadap tanaman sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan yang lebih parah. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mekanis, pengaturan sanitasi lingkungan atau ekologi, dan kimiawi. Pengendalian hama secara mekanis antara lain dapat dilakukan dengan cara menangkap langsung hama yang terdapat pada tanaman.

Sumber: smallcrab.com


4
Artikel tentang Tanaman Hias / Menyemai Nepenthes. Kuncinya, dan Kelembapan
« pada: Januari 02, 2012, 03:41:46 AM »
Setelah Anda sukses membuahkan nepenthes, lalu apa yang akan dilakukan? Tentu saja menyemaikannya. Kendati benih nepenthes teramat kecil, tidak perlu disemai dengan media agar maeam anggrek. Anda bisa menyemai tanpa laboratorium.
Biji nepenthes bisa juga didapat dari alam. Saran Adrian Yusul W, ketua Divisi Nepenthes Indonesia, jika kebetulan Anda jalan-jalan ke hutan dan menemukan nepenthes, Anda cukup mengambil bijinya saja. Biji itu jika disemai, hasilnya akan jauh lebih banyak ketimbang Anda mengambil tanaman induknya.

Berikut ini langkah-Iangkah menyemai benih nepenthes.

1. Siapkan pot dan media.

Untuk nurseri, biasanya menggunakan wadah lebar karena biji yang disemai banyak. Tetapi untuk hobiis, cukup dengan pot kecil berdiameter 7 cm. Kalau tidak ada pot, bisa menggunakan kotak kue plastik yang ada tutupnya. Jangan lupa, kalau menggunakan wadah plastik harus dilubangi bagian bawahnya. Agar air tidak menggenang.

Media yang bagus memakai sphagnum moss. Kalau susah mendapatkan, bisa diganti dengan campuran arang sekam dan cocopeat. Arang sekam bersifat porus, sementara cocopeat bisa menahan air.

2. Persiapan media

Bila Anda menggunakan media arang sekam, maka campurkan dahulu dengan cocopeat hingga merata. Perbandingan 1 : 1. Lantas masukkan ke dalam pot atau wadah. Begitu juga dengan sphagnum moss. Perlu diingat, media jangan penuh. Paling tidak sisakan ruang untuk genangan air saat menyiram.

Kemudian, Siram media dengan air yang dicampur vitamin B1. Enggak harus pake B1. Saya nyemai, enggak pakai itu juga bisa tumbuh, kat Alfin dari Bank Biji – KTKI (Komunitas tanaman Karnivora Indonesia). Di alam, nepenthes juga bisa tumbuh dalam kondisi minim. Hanya saja, memang lebih baik diberi vitamin untuk nutrisinya.

Penyiraman dengan air berisi vitamin sampai basah benar. Tandanya, air menetes hingga ke bawah. Bila sudah basah, media siap ditanami benih.

3. Tabur benih

Benih nepethes berbentuk seperti benang atau rambut ringan. Hanya sepanjang 1 cm, kata M. Apriza suska, hobiis nepenthes di Bogar, Jawa Barat. Makanya kalau menyemai, cukup diletakkan di permukaan media. Tidak perlu dikubur. Setelah benih ditanam, siram dengan air yang dicampur B1. Akan lebih bagus bila disiram juga dengan fungisida untuk mencegah cendawan. Karena benihnya teramat ringan, menyiramnya hati-hati. Jangan sampai air meluap dan bijinya ikut tumpah.

4. Tutup wadah

Langkah terakhir, tutup pot atau wadah dengan plastik bening yang diberi lubang. Tujuannya untuk menjaga kelembapan. Lantas letakkan di tempat teduh, tidak terkena sinar matahari langsung. Kalau yang saya coba, saya letakkan di bawah lampu neon yang dinyalakan 24 jam, tambah Alfin.

Selain itu, penyiraman tak boleh dilupakan. Hanya jangan terlalu sering Cukup seminggu
sekali, asalkan tetap basah.

Dengan perlakuan semacam itu, 2 minggu hingga 2 bulan kemudian, nepenthes mulai berkecambah. Kisaran waktunya memang lama, tergantung jenisnya. Ada juga jenis yang susah berkecambah. Nepenthes mirabillis dan N. gracillis banyak yang sukses, aku Alfin. Untuk spesies lain tetap bisa, hanya musti bersabar.

Anda mau mencoba?

Sumber: kebonkembang.com




5
Bagi Anda yang gemar berburu anthurium, seberapa banyak uang yang disiapkan untuk berburu tanaman langka, itu tak jadi masalah. Tak hanya harga yang terkadang tak masuk akal, tapi yang penting adalah apakah Anda siap menghamburkan waktu luang untuk keluar-masuk kota atau desa. Pasalnya, anthurium jenis baru sering keluar dalam hitungan minggu dari beberapa kota dan desa. Jika kita menyimak, beberapa pemberitaan di media cetak tanaman hias, jenis anthurium hibrid saat ini sering keluar dan harga yang ditawarkan pun membuat bulu kuduk merinding.

Itu tak perlu membuat Anda pusing, karena pada dasarnya proses penyilangan anthurium bisa dilakukan dan sifatnya tanaman hiasgampang-gampang susah. Meski terlihat mudah, langkah yang tepat bisa berakhir fatal, yaitu bisa berupa matinya tongkol. Namun, teknik penyilangan ini juga sering berhasil, meski dilakukan orang awam. Anda pun bisa melakukan proses penyilangan sendiri. Mau tahu caranya?

Berikut langkah yang bisa Anda lakukan untuk menyilangkan anthurium kesayangan:

1. Siapkan dua indukan yang siap dikawin. Umumnya sebelum dilakukan persilangan, indukan sudah dicek, apa sudah keluar
    madu atau serbuk sarinya.

2. Bersihkan tongkol yang akan disilangkan. Tongkol yang umumnya tak memiliki serbuk sari disterilisasi dengan
    menggunakan kuas. Lakukan hal ini sampai beberapa menit.

3. Sama dengan proses sterilisasi, lakukan penguasan pada tongkol yang sudah mengeluarkan serbuk sari. Dalam proses ini,
    tampung serbuk sari yang jatuh dari proses ini dengan media semacam kertas dan sebagainya.

4. Kemudian proses penyerbukan dilakukan secara manual. Caranya, serbuk sari yang sudah jatuh di kertas tempelkan pada
    tongkol lain dengan cara dikuas. Lakukan hingga serbuk sari habis.

5. Langkah terakhir adalah menutup tongkol yang sudah disilangkan dengan plastik. Tujuannya, agar kondisi tongkol steril
    dan proses pembuahan berjalan sempurna.

Proses penyilangan tersebut harus dilakukan dengan benar dan diperhitungkan. Pasalnya, jika proses dilakukan salah, maka tongkol bisa saja mogok berbuah atau bahkan bisa mati. Namun untuk gagal atau matinya tongkol silangan terjadi sangat minim. Dalam prosentase kegagagalan terjadi sekitar 5 sampai 20 %.

Berani Main Indukan

AB Suroto, Pebisnis dan Kolektor Anthurium di Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jateng, mengatakan kunci keberhasilan menciptakan jenis baru adalah berani bermain indukan. Artinya, dalam proses budidaya, uji coba itu penting demi mendapatkan ukuran yang pas.

Dalam nurserinya yang bercampur dengan bengkel ini, ia memiliki lebih dari 5 indukan. Ia punya jenmanii naga, jenmanii golden, jenmanii black, jenmanii 7 arah mata angin, dan masih banyak lagi. Bukannya ingin melengkapi koleksi, baginya kehadiran indukan itu merupakan mesin untuk mencetak jenis baru.

Selama ini, ia memang lebih berpikir konservatif, yaitu lebih mementingkan proses budidaya daripada bisnis. Baginya, melihat jenis baru buah ciptaannya adalah pengalaman yang sangat bernilai dan tak ada duanya. Pola pikir Suroto pun ternyata ada hasilnya. Sejak tahun 2003, dengan bermodal awal Rp 250 juta, kini omzet dan sejumlah koleksinya berharga lebih dari milyaran rupiah. Memang ia mengaku, awalnya harus menjual barang sana dan sini untuk membeli indukan.

Rumus Silangkan Anthurium Jenmanii

Untuk mendapatkan anakan yang berkualitas dan dijamin unik, maka cobalah trik yang biasa digunakan Suroto untuk berproduksi anthurium jenis baru. Sempat mengalami kegagalan, akhrinya ia pun berhasil menemukan sejumlah rumus yang sering ia gunakan. Berikut rumus yang sering dipakai:

tanaman hias* Black Jenmanii dengan Jenmanii Oval (jenmanii oval hibrid, black jenmanii hibrid, red jenmanii hibrid, dan sebagainya).

- Black Jenmannii dengan Red Jenmanii (jenmanii oval hibrid, jenmanii red soliter hibrid, jenmanii jaipong, jenmanii jaipong
  hibrid, dan sebagainya).

- Jenmanii Dragon dengan Black Jenmanii (jenmanii oval hibrid, jenmanii red soliter hibrid, jenmanii jaipong, jenmanii jaipong
  hibrid, dan sebagainya).

- Jenmanii dan Gelombang Cinta (gelombang cinta giant, gelombang cinta brasilian).

- Black Jenmanii dan Jaipong (jenmanii oval hibrid, black jenmanii hibrid, red jenmanii hibrid, jenmanii 7 arah mata angin, dan
  sebagainya).

- Keris dan Gelombang Cinta (Kristi dan Gelombang Cinta Giant).

Dalam proses penyilangan tersebut, kegagalan perkembangan atau matinya bibit sudah biasa. Umumnya sekitar 5 sampai 10 osea atau bibit mengalami kematian. Hal itu wajar terjadi. Namun di balik itu, proses penyilangan terkadang dapat menghasilkan produk baru. Untuk itulah, bersiaplah menerima kejutan jika bibit yang Anda budidaya ternyata menghasilkan jenis atau varian baru anthurium. Maka, jangan takut ber-eksperimen dan bersiaplah memberi nama yang sesuai atau nama Anda barangkali? Selamat mencoba. [adi]

Sumber: http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/11/15/teknik-silangkan-anthurium/#more-87




6
Artikel tentang Tanaman Hias / Bonsai Serut (Streblus asper)
« pada: Desember 21, 2011, 08:08:01 PM »
Sekitar tahun 90-an, tanaman serut pernah sangat populer sebagai bahan bonsai di Indonesia. Namun sekarang ini masih jarang serut yang tampil di tingkat nasional. Mengapa? saya sendiri juga tidak begitu tahu. Sebenarnya tanaman serut sangat banyak dijumpai di Indonesia. Selain itu perawatanya juga mudah. Keunggulan lain, daun serut bisa tampil sangat kecil, perantingannya mudah serta mempunyai karakter kuat pada garis-garis ranting. Walaupun kata orang, untuk membesarkan cabang agar proporsi dibutuhkan waktu yang lama, namun pada bahan serut medium tidak membutuhkan waktu yang lama. Berdasarkan pengalaman saya. bonsai serut ukuran medium hanya dibutuhkan waktu 3 tahun untuk menjadi bonsai jadi. Perakaran yang bagus memang sulit dijumpai pada tanaman ini. Tapi kita dapat mensiasati perakaran tersebut dengan menambah aksesoris batu atau serut yang benar-benar diatas batu.

Pohon itu memiliki beberapa manfaat. Bahan baku penting dalam pembuatan kertas di Thailand selama tujuh ratus tahun. Hampir semua dokumen Thailand kuno yang masih ada ditulis di atas kulit pohon ini. Teks-teks Buddhis dan catatan resmi dari sebelum abad kedua puluh di Thailand. Bahan ini tahan lama bahkan dalam iklim kelembaban tinggi, tidak mudah terbakar dan tidak mudah menguning dan kerusakan karena serangga.

Telah digunakan di masa lalu sebagai produk kebersihan mulut dan karena alasan tersebut menjadi dikenal sebagai pohon sikat gigi.


7
Artikel tentang Tanaman Hias / Mengenal Bonsai Santigi
« pada: Desember 20, 2011, 08:47:00 PM »
Keindahan bonsai tak lepas dari syarat dasar tanamannya. Syarat dasar tanaman bonsai adalah memiliki batang yang keras dan berumur panjang untuk proses pembentukan. Bambang Hermanto dari Juanda Bonsai berbagi pengalaman tentang syarat dasar tanaman bonsai yang baik.

Ada beberapa favorit jenis tanaman yang biasa digunakan oleh pebonsai sebagai syarat dasar tanaman bonsai. Diantaranya adalah jeruk kikit, asem jawa, beringin, dan Santigi. Dari beberapa jenis yang digunakan, Santigi mempunyai daya tahan lebih baik untuk proses pembentukan bonsai dibandingkan jenis lainnya. Pasalnya, asal tumbuhan keras ini ada di pesisir pantai dengan kondisi yang ekstrim.

Faktor daya tahan yang dimiliki jenis Santigi inilah, maka Santigi sering jadi pilihan penghobi, kolektor, dan pembibit. Ini dikatakan Bambang Hermanto, pemilik Juanda Bonsai di Surabaya, yang lebih menyukai tanaman Santigi untuk dikerjakan menjadi bonsai. Ia memilih Santigi sejak tahun 1987. Setelah merasa cocok dan berhasil mengembangkan bonsai dari Santigi, ia pun tak bisa ke lain hati. “Santigi punya daya tahan yang baik dan gerakan yang bagus. Jadi, cocok dengan karakter saya,” imbuh Bambang.

Dilihat dari asal tanaman ini, memang bisa dipastikan kalau Santigi bisa hidup dalam iklim apapun, baik panas maupun dingin. Apalagi untuk kondisi daerah yang panas, terutama di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Selain mudah dalam perawatan, Santigi juga mempunyai pola gerakan yang bagus, tertutama dari kelenturan batang dan karakter daun yang kecil. Potensi dasar yang sudah dimiliki sangat memudahkan para pebonsai untuk melakukan pengerjaan sesuai dengan keinginan mereka. Dengan mengambil pilihan untuk bonsai Santigi, Bambang mengaku hasil yang didapatkan tidak lagi konvensional. Salah satunya di tunjukkan dari koleksi Santigi bunjin gascado atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai gerakan tarian ke atas dan terjun ke bawah.

Dari koleksi tersebut terlihat bahwa karakter batang, dahan, dan ranting yang memanjang diolah, sehingga terlihat pohon sedang menari. Kemudian di salah satu dahan ada yang mengarah ke bawah dengan gerakan melingkar, sehingga disebut terjun.

Koleksi lainnya yang diperkenalkan adalah bunjin slanting yang berarti tarian yang condong. Nama tersebut cocok, sebab dari karakter tarian yang khas diperkuat dengan munculnya dahan besar yang condong ke luar dari pot dan meliuk ke atas kembali lagi ke pusat. Dari beberapa koleksi yang dimiliki, terlihat bahwa pria yang baru mendapatkan putra keduanya awal Agustus ini menyukai gerakan tarian dalam pengolahan bonsainya. Selain itu juga didukung oleh jenis Santigi yang memperkuat karakter bonsai miliknya.

Menurut Bambang, aliran di dunia bonsai sendiri terdiri dari beberapa karakter, tapi biasanya dipisahkan sebagai konvensional dan non konvensional. Untuk aliran konvensional biasanya menggunakan pohon beringin dengan bentuk mirip payung.

Sedangkan untuk non konvensional akan mengambil beberapa teknik gerakan baru seperti tarian maupun patahan. “Semua teknik sebenarnya sama saja, asalkan hasil akhirnya proporsional dan bisa menimbulkan perasaan teduh bagi yang melihat,” tandasnya.

Perawatan Mudah
Santigi berasal dari beberapa daerah kepulauan yang tersebar di hampir seluruh Indonesia dan beberapa kepulauan tropis di dunia, seperti Sulawesi Selatan dan negara Afrika. Dengan habitat awal yang berada di wilayah pesisir, menjadikannya sebagai tanaman yang bisa tumbuh dimana saja, meski dengan perawatan dan perlakuan biasa.

Wajar apabila perawatan yang dilakukan tidak terlalu sulit, asalkan terpenuhi tiga unsur penting, yaitu air, angin, dan panas yang kuat. Ketiga unsur tersebut mutlak dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan yang maksimal. Bahkan, masih kata Bambang, Santigi bisa bertahan dengan siraman air yang mengandung unsur garam lebih.

Itu bisa kita lihat di lokasi nurseri miliknya di kota Surabaya, dimana air tanahnya sedikit asin. Selain itu udara yang ada, banyak mengandung polusi dari banyaknya kendaraan yang melintas di dekat nurserinya. Namun itu menjadikan satu keuntungan tersendiri. “Sinar matahari dan hembusan angin yang kuat dibutuhkan oleh Santigi,” kata Bambang singkat.

Untuk media tanam yang digunakan cukup sederhana, yaitu dengan komposisi dominasi pasir Malang dan pupuk kandang. Pemilihan pasir memang sengaja diambil, karena dilihat dari habitat asli tanaman ini yang berada di pesisir pantai, sehingga kandungan pasirnya cukup besar.

Secara rutin media tanam harus disiram dan dijaga agar tetap basah. Ini dilakukan untuk menghindari tanaman kekurangan air. Yang perlu diingat adalah sinar matahari mutlak diperlukan, sehingga disarankan untuk meletakkan tanaman ini di luar ruangan.

Penyakit jadi satu hal yang ditakutkan oleh penghobi tanaman hias, termasuk bonsai Santigi. Hama utama yang sering menyerang adalah kutu merah dan ulat yang bisa menghabiskan daun serta menyerang batang. Pada tingkat berat, bonsai yang Anda miliki bisa saja mati.
Langkah awal yang dilakukan bila bonsai Anda terkena hama antara lain memisahkan bonsai dengan koleksi lainnya. Ini dilakukan untuk menghindari penularan. Bila hanya satu atau dua tanaman yang terserang sebaiknya dilakukan pembersihan tanpa bahan kimia. Caranya, tentu Anda harus melihat satu persatu bagian bonsai dan membuang kutu dan ulat.

Namun bila serangan hama sudah parah dan menyebar pada koleksi bonsai lainnya, cara terakhir tentu dengan menggunkan pestisida. Jangan lupa untuk menggunakannya sesuai dosis, sebab bila berlebih bisa menyebabkan hama tersebut kebal dan lebih sulit untuk dibasmi.

Biarkan Tumbuh Liar untuk Hasil Maksimal

Untuk pembentukan bonsai Santigi, Bambang menggunakan cara meliarkan dulu tanamannya, supaya mempermudah proses pembentukan. Dari bahan mentah bonsai yang didapat, sebaiknya dibiarkan dulu tumbuh liar untuk melihat gerakannya. Langkah ini diambil menyesuaikan karakter tanaman yang mempunyai dahan memanjang.

Setelah terlihat arah dan pembentukan bahan, selanjutnya dilakukan wiring dan purning (pemangkasan) beberapa dahan yang tidak diperlukan. Setelah pengkawatan pertama, tumbuhan diliarkan kembali supaya ketepatan proses pemotongan dan pengkawatannya terlihat.

“Kalau kita salah memotong cabang, akibatnya bisa fatal dan pengerjaannya akan lebih sulit,” ujar Bambang. “Bahkan dari beberapa bahan yang dikerjakan ada beberapa yang dijual dengan harga murah, akibat salah potong dahan. Kesalahan tersebut dilakukan saat mulai belajar, tapi sekarang sudah bisa diantisipasi,” tambahnya.
Setelah tumbuh liar dari wiring pertama, maka dilakukan purning kedua untuk dahan yang tidak dipakai. Dari proses wiring kedua, maka bonsai sudah memperlihatkan karakter dan selanjutnya perlakuan dilakukan menyesuaikan dengan pertumbuhan pohon. [wo2k]

Pasar Andalkan Komunitas

Pasar bonsai andalkan komunitasnya, sehingga ia masih laku terjual di pasar. Komunitas bonsai sendiri makin menunjukkan loyalitasnya dengan membuat wadah Perkumpulan Penggamar Bonsai Indonesia (PPBI). Kebetulan Bambang, pemilik Juanda Bonsai, ini menjabat sebagai wakil ketua PPBI Sidoarjo.
Salah satu agenda yang sedang digarap adalah merekrut sebanyak mungkin penggemar bonsai, khususnya untuk kelas pemula. Selain itu juga dilakukan pertemuan rutin sebagai ajang tukar ide dan pendidikan bagi pemula. Dengan makin banyak penggemar bonsai, otomatis pasar bursa akan mengikutinya.
Di beberapa wilayah yang dinilai memiliki sedikit penggemar bonsai, diusahakan untuk menggelar dan mengikuti pameran tanaman hias. Tujuannya untuk menunjukkan eksistensi bahwa bonsai, penggemar loyal, dan pasarnya masih ada.

“Usaha bonsai saat ini memang agak berat, sebab meski pasar ada, tapi tidak besar,” tandas Bambang.Dilihat dari kondisi saat ini, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan oleh pengusaha bonsai, yaitu dengan menggarap semua segmen bonsai atau melengkapi koleksinya dengan tanaman hias yang jadi tren. Misalnya anthurium jenmanii atau adenium.

Untuk menyasar semua segmen bonsai, mulai dari bakalan, setengah jadi, bonsai jadi, dan bonsai kolektor masih bisa dilakukan demi kelangsungan usaha. Namun bila menyasar segmen yang luas, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak serta jaringan yang luas.

Pasalnya, untuk bakalan bonsai jenis Santigi saat ini banyak diburu, karena menjanjikan hasil yang baik. Bahan di beberapa lokasi yang biasa digunakan oleh pemburu bakalan bonsai sudah banyak berkurang, seperti di Madura, Jember, Sulawesi, dan Sumatera. Sedangkan untuk segmen kolektor, biasanya harus mendapatkan bonsai yang sempurna, yang tidak semua orang bisa melakukannya. [wo2k]

Sumber: wanbonsai.blogspot.com


photo: budi-sulistyo.ofbonsai.org


photo: budi-sulistyo.ofbonsai.org

8
TEKNOLOGI TEPAT GUNA
WARINTEK - Menteri Negara Riset dan Teknologi

Alat Pengolahan | Budidaya Pertanian | Budidaya Perikanan | Budidaya Peternakan |
Pengelolaan dan Sanitasi | Pengolahan Pangan

TTG - BUDIDAYA PERTANIAN

PALEM
(Palem Putri, Botol, Merah dan Raja)

1. SEJARAH SINGKAT

Palem adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang.

2. JENIS TANAMAN

    Klasifikasi botani tanaman palem adalah sebagai berikut:

    Divisi : Spermatophyta
    Sub divisi : Angiospermae
    Kelas : Monocotyledonae
    Keluarga : Aracaceae (Palmaceae)
    Genus : Archontophoenix,Mascarena, Cyrtostachys, Roystonea
    Spesies : Ravenea sp. (palem putri); Mascarena lagenicaulis atau Hyophorbe lagenicaulis (palem botol), Cyrtostachys lakka
    (palem merah) Roystonea sp. (palem raja)

    Palem putri : Sekilas bentuknya seperti palem raja, daun yang lebih lebar dan warna lebih hijau. Tanaman berasal dari
    Madagaskar, banyak dimanfaatkan sebagai penghias pinggir jalan atau tanaman pot.
    Palem botol : Batang bawahnya menggelembung dan batang atas menyempit sehingga mirip bentuk botol. Pertumbuhan 
    lambat, tajuknya sempit sehingga tidak memerlukan tempat yang luas.
    Palem merah : Disebut juga sebagai pinang merah dan merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di hutan rawa dataran
    rendah sampai 500 m dpl. Keistimewaannya terletak pada pelepah dan tulang daun yang merah menyala. Untuk
    mempertahankan warna merah, palem ini ditanam di tempat yang terik.
    Palem raja : Dikenal dengan Royal palm karena bentuknya yang menawan dengan batang yang kokoh, daun yang hijau dan
    segar. Pelepah yang rontok akan meninggalkan bekas lingkaran atau garis berwarna abu-abu putih. Tinggi tanaman mencapai
    25- 30 m. Jenis yang banyak ditanam adalah palem raja Kuba. Spesies palem raja yang dikenal adalah Roystonea regia, R.
    buringuena dan R. elata.

3. MANFAAT TANAMAN

    Tanaman hias dari keluarga Araceceae (Palmae) disebut sebagai Kaum Bangsawan dari Kerajaan Tanaman. Keempat tanaman 
    palem di atas adalah tanaman di luar rumah (outdoor plant) yang dimanfaatkan sebagai penghias jalan (palem putri, raja,
    kadang-kadang botol) atau sebagai tanaman hias di halaman rumah (palem merah dan botol).

4. SENTRA PENANAMAN

    Sentra penanaman palem terdapat di Jawa Barat dan Jakarta.

5. SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim

       1. Tanaman palem adalah tanaman tropis dan subtropis sehingga selama pertumbuhannya diperlukan penyinaran matahari
           penuh. Pada waktu perkecambahan dan pembibitan sebaiknya jangan terkena sinar matahari yang langsung.
       2. Suhu udara yang diperlukan adalah 25-33 derajat C, dan masih tumbuh baik di luar kisaran suhu udara tropis tersebut.

5.2. Media Tanam

Tanah harus mengandung pasir. Selain itu akar tanaman ini tidak menyukai genangan air.

5.3. Ketinggian Tempat

Tanaman ini dapat tumbuh mulai dari daratan rendah sampai ke daratan tinggi.

6. PEDOMAN BUDIDAYA
 
6.1. Pembibitan

       Untuk skala produksi palem diperbanyak dengan biji. Pembiakan melalui anakan memiliki resiko kegagalan bila cara yang
       benar tidak diterapkan.

1) Persyaratan Benih/Bibit

    Di antara ke empat palem yang dibahas hanya palem merah yang menghasilkan anakan. Pemisahan anakan palem merah   
    tergolong sulit dan memerlukan waktu sekitar satu bulan. Anakan palem merah tidak bisa dipisahkan secara mendadak dari   
    pohon induknya. Cara pemisahan terdiri 2 cara:

    Cara irisan bertahap
        Iris ¼ bagian rimpang anakan dan biarkan 10 hari.
        Lanjutkan irisan terdahulu sampai setengah bagian rimpang dan biarkan selama 10 hari.
        Iris kembali sampai ¾ bagian dan biarkan kembali 10 hari. Setelah itu anakan dapat dilepas dari pohon induk.
    Cara irisan langsung
        Iris rimpang anakan sampai putus tetapi jangan diambil dari rumpun.
        Biarkan irisan rimpang hidup selama beberapa bulan.
        Gali tanah di sekitar anakan itu dan angkat dengan cara putaran.

2) Teknik Penyemaian Benih

Pembibitan dengan biji terdiri atas tiga tahap yaitu pengecambahan, penumbuhan tunas dan pembesaran bibit.

    Pengecambahan biji
        Ambil buah tua yang jatuh atau buah di pohon yang kulitnya berwarna merah atau coklat kehitaman.
        Rendam buah di dalam air dan kupas kulitnya serta daging buah dengan cara digosok.
        Tiriskan biji dan jemur sampai kering. Biji kering dapat disimpan sampai setahun dalam wadah yang bersih, kering dan tertutup.
        Rendam biji di dalam air yang mengandung Dithane M-45 (2cc/liter) selama 6-12 jam untuk biji lunak dan 2-3 hari untuk biji keras. Perendaman biji di dalam lumpur selama 4 hari menghasilkan biji yang lebih cepat berkecambah.
        Masukkan biji basah ke dalam kantung plastik, polybag karung untuk merangsang perkecambahkan. Semprotkan air ke dalamnya, ikat dan taruh di tempat teduh.
        Biji berkecambah setelah beberapa minggu: palem putri 2-4 minggu, palem merah 2-4 minggu, palem botol 8-16 minggu dan palem raja 2-4 minggu.
        Biji yang baru berkecambah disimpan di dalam wadah berisi media mos (gambut) lembab 2-3 hari sampai radikula (calon akar) muncul.
    Penumbuhan tunas
        Siapkan media tanam terdiri atas sekam padi, pasir, pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan furadan atau Dithane M-45 sesuai dosis anjuran.
        Masukkan media ke dalam pot, polybag atau ember sebanyak 90% dari volume wadah.
        Benamkan 1/3 bagian kecambah, letakkan kecambah dengan jarak tanam rapat dan usahakan akar langsung menembus media.
        Taburkan selapis pasir .
        Tutup wadah dengan kerudung plastik bening tempatkan di tempat teduh.
        Amati 2-3 hari, semprotkan air ke dalam kerudung jika terlihat kering, tutup kembali.
        Setelah 1,5-3 bulan daun pertama akan tumbuh. Bibit dapat dipindahkan setelah memiliki 2-4 lembar daun.
    Membesarkan bibit
        Bibit dengan 2-4 lembar daun ditanam di polibag, pot atau wadah lainnya.
        Siapkan media campuran sekam padi, tanah dan pupuk kandang (1:1:1) dan masukkan ke dalam wadah.
        Cabut/congkel bibit dengan hati-hati, tangan dan alat harus bersih.
        Celupkan akar ke dalam fungisida Dithane M-45 2cc/liter.
        Tanamkan 1 bibit di dalam tiap pot dan tempatkan di tempat teduh
        Setiap 1,5 bulan tambahkan pupuk NPK atau pupuk kandang dengan dosis tergantung besar tanaman dan jumlah media (ukuran polibag). Untuk polibag15-20 cm cukup diberi 1 gram/tanaman (1/2 sendok teh).
        Siram tiap hari dan sesuai keadaan cuaca.
        Pelihara sampai 6-8 bulan. Selama itu keteduhan tempat dikurangi sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan sinar matahari terik.

3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

    Bibit dengan 2-4 lembar daun ditanam di polybag, pot atau wadah lainnya.
    Siapkan media campuran sekam padi, tanah dan pupuk kandang (1:1:1) dan masukkan ke dalam wadah.
    Cabut/congkel bibit dengan hati-hati, tangan dan alat harus bersih.
    Celupkan akar ke dalam fungisida Dithane M-45 2cc/liter.
    Tanamkan 1 bibit di dalam tiap pot dan tempatkan di tempat teduh
    Setiap 1,5 bulan tambahkan pupuk NPK atau pupuk kandang dengan dosis tergantung besar tanaman dan jumlah media (ukuran polybag). Untuk polybag 15-20 cm cukup diberi 1 gram/tanaman (1/2 sendok teh).
    Siram tiap hari dan sesuai keadaan cuaca.
    Pelihara sampai 6-8 bulan. Selama itu keteduhan tempat dikurangi sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan sinar matahari terik.

4) Pemindahan Bibit

    Siapkan media tanam terdiri atas sekam padi, pasir, pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan furadan atau Dithane M-45 sesuai dosis anjuran.
    Masukkan media ke dalam pot, polybag atau ember sebanyak 90 % dari volume wadah.
    Benamkan 1/3 bagian kecambah, letakkan kecambah dengan jarak tanam rapat dan usahakan akar langsung menembus media.
    Taburkan selapis pasir .
    Tutup wadah dengan kerudung plastik bening tempatkan di tempat teduh.
    Amati 2-3 hari, semprotkan air ke dalam kerudung jika terlihat kering, tutup kembali.
    Setelah 1,5-3 bulan daun pertama akan tumbuh. Bibit dapat dipindahkan setelah memiliki 2-4 lembar daun.

6.2. Pengolahan Media Tanam

    Persiapan : Hanya palem botol dan palem merah yang biasa ditanam di dalam pot.
        Sediakan pot, sebaiknya dari tanah liat, yang ukurannya sesuai dengan bibit/tanaman palem.
        Siapkan media berupa tanah kebun, pasir dan humus/pupuk kandang (1:1:1) atau sekam padi, sabut kelapa dan pasir (1:2:1) dengan pH 6,5.
        Tanamkan palem sampai seluruh akar dan 2-3 cm di atas pangkal batang terbenam di dalam tanah. Jika akar tidak terpendam semua, pertumbuhan menjadi lebih lambat.
        Siram sampai media jenuh air.
    Pengapuran : Tambahkan kapur dolomit 200 gram/10 kg media.
    Pemupukan : Anakan ditanam di dalam wadah/media tanam yang berisi tanah kebun, pasir dan pupuk kandang (1:1: 2) atau sekam padi, tanah ladang dan pupuk kandang (1:1:1). Tambahkan Furadan sebelum anakan ditanam.

6.3. Teknik Penanaman

    Penentuan Pola Tanam : Pola tanam palem botol dan merah biasanya ditanam secara individual jadi jarak tanam tidak menjadi masalah. Selain ditanam di halaman secara indiovidu, palem putri dan raja sering dipakai sebagai pohon penghias sisi jalan . Jarak tanam untuk kedua palem tersebut antara 2,5-3 m.
    Pembuatan Lubang Tanam : Lubang tanam disiapkan 2 minggu sebelum tanam. Buat lubang tanam 30 x 30 x 30 cm untuk tanah berpasir dan 50 x 50 x 50 cm untuk tanah liat. Jika tanaman yang akan ditanam sudah besar, lubang tanam disesuaikan dengan luasnya perakaran
    Cara Penanaman : Masukkan tanaman ke lubang tanam dan timbun akar sampai pangkal batang dengan sisa tanah. Padatkan tanah di sekitar batang

6.4. Pemeliharaan Tanaman

    Pemupukan : Dosis pemupukan tergantung umur tanaman:
        Pemupukan anorganik: palem putri dan raja yang telah berukuran 3 m memerlukan 3-5 kg NPK. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 1-2 kg NPK dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 0,5-1 kg NPK.
        Pemupukan organik: palem putri dan raja yang telah berukuran 3 m memerlukan 5-15 kg pupuk kandang. Palem berukuran 2-3 m memerlukan 2,5-5 kg dan palem kecil berukuran kurang dari 2 m memerlukan 1-2,5 kg. Frekuensi pemupukan anorganik 2-3 kali setahun dan organik 2-4 kali setahun.
    Pengairan dan Penyiraman : Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan dan tergantung cuaca.

7. HAMA DAN PENYAKIT

Dibandingkan tanaman hias lainnya, palem relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jika ada, serangan hama biasanya lebih sering terjadi daripada penyakit.

7.1. Hama

    Belalang (Aularches miliaris dan Valanga nigricans)
        Gejala: daun rusak ditandai dengan terlihatnya gigitan tidak teratur di tepi daun. Serangan berat, yang tersisa hanya tulang daun.
        Pengendalian: dengan membunuh belalang, menanam tanaman peutup tanah seperti Colopogonium sp. dan Centrosema sp., penggunaan insektisida Basudin 90 SC (2cc/liter).
    Ulat penggulung daun (Hidari irava)
        Gejala: helaian daun palem menggulung, daun palem tinggal tulangnya saja, kadang-kadang hanya hanya separuh anak daun yang ditinggalkan.
        Pengendalian: dengan parasit telur Neotelenomus sp. dan Anastatus sp. Pengendalian kimia dengan insektisida Basudin 60 EC.
    Kutu daun palem (Aspidiotus destructor)
        Gejala: daun menjadi merah keabu-abuan. Di permukaan daun tampak bercak menguning. Selanjutnya daun menguning semua, daun tidak tumbuh berkembang dan mati.
        Pengendalian: dengan menggunakan parasit hama Scimnus sp. atau Cryptoghatha sp. Pengendalian kimia dengan Malathion, Kelthane, Supracide 0,05%.
    Kumbang penggorok daun (Brontispa longissima)
        Gejala: merusak pohon palem muda, kumbang bersembunyi di antara lipatan anak daun muda yang belum membuka. Daun akan berkerut hingga mati.
        Pengendalian: dengan memotong daun yang terserang, menyemprot tanaman setiap 4-6 minggu dengan insektisida berbahan aktif karbaril seperti Carbavin 85 WP, Dicarbam 85 S, Sevin 50 dengan konsentrasi 0,15 % atau berbahan aktif dieldrin seperti Dieldrin 20 Sc dengan konsentrasi 0,16 %.
    Kumbang palem (Anadastus sp.)
        Gejala: kumbang menggerek daun muda kemudian ke daun tua.
        Pengendalian: dengan insektisida Dekasulfan 350 EC atau Thiodan 35 EC.
    Kutu putih (Aleyrodidae sp.)
        Kepik ini bergerombil di balik daun atau lipatannya. Cairan madu yang dihasilkan merangsang semut untuk bergerombol.
        Pengendalian: insektisida berbahan aktif dimethoate seperti Perfekthion 400 EC.
    Kutu perisai (Parlatoria sp.)
        Gejala: daun menguning yang dimulai dengan bintik kecil kuning.
        Pengendalian: membilas daun yang sakit dengan air sabun dan penyemprotan insektisida Supracide 40 EC atau Dimacide 400 EC.
    Tungau merah (Tetranychus urticae)
        Gejala: menyerang dari tanaman bagian bawah ke atas. Daun yang diserang menjadi kuning, kusam, kuning pucat dan layu bila disiram.
        Pengendalian: dengan akarisida Kelthan, Endosan, Moroscide atau Acarin serta membersihkan gulma di sekeliling tanaman.

7.2. Penyakit

    Bercak daun :
        Penyebab: jamur Fusarium sp., Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan lain-lain.
        Gejala: pada daun tua atau muda terdapat bercak berbagai bentuk berwarna kuning atau hijau yang akan menghilang. Bercak ini meninggalkan bekas terang berwarna hitam, abu-abu dan coklat. Bagian tersebut kemudian kering. Serangan berat seluruh tajuk kering dan daun menutup. Buah akan rontok.
        Pengendalian: memotong dan membakar bagian yang sakit, penyemprotan fungisida Dithane M-45, Difolatan 4F dengan kepekatan 0,1-0,2 %.
    Layu pucuk
        Penyebab: jamur Thielaviopsis sp., Botrydiplodia sp., Fusarium sp., Chlaraopsis sp., Erwinia sp. dan Pseudomonas sp.
        Gejala: daun mahkota layu secara tiba-tiba, daun menjadi kusam, pelepah daun bergantungan dan gugur. Kematian terjadi dengan cepat (1-3 bulan).
        Pengendalian: memperbaiki pengelolaan tanaman termasuk pemupukan yang berimbang, sanitasi lingkungan, membuang dan membakar tanaman yang terserang.
    Penyakit akar
        Penyebab: jamur parasit dan nematoda. Perubahan warna daun, ujung daun mengkerut dan kering.
        Gejala: dapat menyebar ke pangkal daun.
        Pengendalian: sama dengan yang dilakukan untuk penyakit layu pucuk.

8. PANEN …

9. PASCAPANEN

9.1. Pengemasan dan Pengangkutan

Palem yang akan dikirim ke tempat jauh harus dikemas sedemikian rupa agar tidak rusak (fisik dan fisiologis) sesampainya di tujuan. Untuk palem yang masih muda dan masih ditanam di dalam polibag. Pengangkutan dilakukan dengan menyusun polybag di mobil pengangkut.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

10.1. Analisis Usaha Budidaya

Palem adalah tanaman yang sulit dan memerlukan waktu lama untuk dibudidayakan. Namun, harga yang dipatok termasuk tinggi dibandingkan tanaman hias tidak berbunga lainnya. Misalnya, harga 1 pohon palem botol kecil dapat mencapai Rp. 75.000. Karena perputaran modalnya yang lama, budidaya palem lebih banyak dilakukan oleh para hobiist. Di bawah ini diberikan analisis usaha pembesaran palem raja seluas 10 ha dengan jarak tanam 160 x 120 cm pada tahun1999 . Satu hektar lahan dipakai untuk prasarana, pada lahan seluas 9 hektar ditanam 45.000 pohon.

    Biaya produksi
        Biaya lahan dan bangunan
            Sewa lahan 10 ha selama 4 tahun Rp. 40.000.000,-
            bangunan dan penampung air (100m 2 ) Rp. 13.000.000,-
        Biaya peralatan
            Peralatan kebun Rp. 500.000,-
            Selang Rp. 9.000.000,-
            Pompa air dan diesel Rp. 4.500.000,-
        Unit niaga dan diesel Rp. 4.000.000,-
        Tahun ke-1 :
            Pembukaan lahan Rp. 12.500.000,-
            Bibit @ Rp. 2.000 -/pohon Rp. 90.000.000,-
            Pupuk kandang dan anorganik Rp. 9.180.000,-
            Pestisida Rp. 9.150.000,-
            Sekam padi Rp. 675.000,-
            Bahan bakar pompa Rp. 200.000 -/bln Rp. 2.400.000,-
            Penanaman Rp. 2.250.000,-
            Pemeliharaan 40 TK @ Rp.120.000 -/bln Rp. 57.600.000,-
        Tahun ke-2 :
            Pupuk kandang dan anorganik Rp. 16.380.000,-
            Bahan bakar pompa Rp. 2.400.000,-
            Pemeliharan 20 tenaga kerja Rp. 28.800.000,-
        Tahun ke-3 (= tahun ke-2) Rp. 47.580.000,-
        Tahun ke-4
            Bahan bakar pompa Rp. 2.400.000,-
            Pemeliharaan 20 tenaga kerja Rp. 28.800.000,-
        Jumlah Biaya Modal Rp. 372.881.000,-
        Bunga modal usaha 20% per tahun Rp. 74.576.200,-
        Jumlah biaya produksi (modal + bunga) Rp. 447.457.200,-
    Pendapatan: 33.650 pohon @ Rp. 25.000,- Rp. 843.750.000,-
    Keuntungan Rp. 396.292.800,-Keuntungan/tahun/ha Rp. 9.907.320,-
    Parameter kelayakan usaha : 1. B/C rasio = 1,89

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis

Saat ini tanaman palem sedang banyak diminati dan menjadi trend masyarakat kota dari golongan menengah dan atas sehingga harga palem saat ini labih baik daripada sebelumnya. Dengan demikian, dalam berbisnis palem, trend ini harus selalu diperhitungkan. Supaya minat masyarakat terhadap palem tidak padam, perlu dilakukan upaya perbaikan kualitas palem yang dijual, membuat penampilan tanaman yang menarik dan baru, menyebarkan informasi kegunaan palem. Perlu diingat bahwa palem sangat bersifat ornamental. Sebagai tanaman peneduh jalan, palem (misalnya palem raja, aleksander) tidak banyak berfungsi kecuali jika dipadukan dengan tanaman bertajuk lebar seperti Filisium atau flamboyan. Untuk memperkuat basis agribisnins palem, perlu pula dikembangkan teknik produksi benih dan bibit sehingga dihasilkan benih dan bibit yang berkualitas ekspor. Menembus pasaran luar negeri berarti juga mempelajari minat mancanegara terhadap palem putri, botol, merah dan raja.

11. STANDAR PRODUKSI

11.1. Ruang Lingkup : …

11.2. Diskripsi : …

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu : …

11.4. Pengambilan Contoh : …

11.5. Pengemasan : …

12. DAFTAR PUSTAKA

    1) Nazaruddin, Ir & Syah Angkasa, Ir. 1997. Palem Hias. Penebar Swadaya.Jakarta.
    2) Trubus no. 340. 1998. Menanam Palem Tanpa Tanah.

Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS


photo: made-in-china.com


photo: aliimg.com

9
Pisang kipas dengan nama latin Ravenala madagascariensis, merupakan jenis pisang yang ada di Madagaskar. Tentu kita ingat film kartun Madagaskar yang terbaru maupun yang lama, kalau kita perhatikan pasti ada jenis pohon seperti ini. Pertama kali saya mendengar dari Bos saya di kantor bernama Traveller Palm dan saya penasaran nama latinnya apa sih? eh ternyata Ravenala madagascariensis. Mendengar namanya saja saya langsung tertarik dan sangat mudah diingat.

Traveller Palm namanya bukan berarti dia termasuk dalam keluarga palem, tapi termasuk Family Strelitziaceae dan Genus Ravenala. Menurut paman Wikipedia sebutan Traveller palm disematkan karena kegunaan cabangnya yang dapat menampung air hujan dan dapat digunakan sebagai air minum untuk keadaan darurat. Menarik khan !

Pohon ini mempunyai bentuk yang unik seperti kipas, makanya di Indonesia sering disebut dengan Pisang Kipas. Batang utama pohon ini mulai tinggi 30 cm hingga dapat mencapai 1 meter lebih. Dan untuk cabang dari pohon ini hingga mencapai 7 meter. Wuih tinggi sekali ya… itu pengalaman saya pernah melihat pohon ini sangat tinggi cabangnya.

Pohon ini membutuhkan sinar Matahari yang banyak (ini dikhususkan untuk pohon yang sudah besar). Pemupukan pohon yang baik sangat direspon oleh pohon ini khususnya dalam merespon nitrogen selama pertumbuhan. Serta jangan lupa memberi air untuk pohon ini secukupnya (sedang).

Jadi bagaimana dengan Anda ingin menanam pohon ini di taman Anda? Taman Anda tentu akan mempunyai aksen yang baik di salah satu sudut taman Anda. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Silahkan tinggalkan pesan tentang pengalaman dan kesan Anda mengenai pohon ini.

Sumber: desainlansekap.wordpress.com


photo by bystigor


photo: wikimedia.org

10
Bagi Anda yang gemar berburu anthurium, seberapa banyak uang yang disiapkan untuk berburu tanaman langka, itu tak jadi masalah. Tak hanya harga yang terkadang tak masuk akal, tapi yang penting adalah apakah Anda siap menghamburkan waktu luang untuk keluar-masuk kota atau desa.

Bagi Anda yang gemar berburu anthurium, seberapa banyak uang yang disiapkan untuk berburu tanaman langka, itu tak jadi masalah. Tak hanya harga yang terkadang tak masuk akal, tapi yang penting adalah apakah Anda siap menghamburkan waktu luang untuk keluar-masuk kota atau desa. Pasalnya, anthurium jenis baru sering keluar dalam hitungan minggu dari beberapa kota dan desa. Jika kita menyimak, beberapa pemberitaan di media cetak tanaman hias, jenis anthurium hibrid saat ini sering keluar dan harga yang ditawarkan pun membuat bulu kuduk merinding.

Itu tak perlu membuat Anda pusing, karena pada dasarnya proses penyilangan anthurium bisa dilakukan dan sifatnya gampang-gampang susah. Meski terlihat mudah, langkah yang tepat bisa berakhir fatal, yaitu bisa berupa matinya tongkol. Namun, teknik penyilangan ini juga sering berhasil, meski dilakukan orang awam. Anda pun bisa melakukan proses penyilangan sendiri. Mau tahu caranya?

Berikut langkah yang bisa Anda lakukan untuk menyilangkan anthurium kesayangan:

  • Siapkan dua indukan yang siap dikawin. Umumnya sebelum dilakukan persilangan, indukan sudah dicek, apa sudah keluar madu atau serbuk sarinya.
    Bersihkan tongkol yang akan disilangkan. Tongkol yang umumnya tak memiliki serbuk sari disterilisasi dengan menggunakan kuas. Lakukan hal ini sampai beberapa menit.
    Sama dengan proses sterilisasi, lakukan penguasan pada tongkol yang sudah mengeluarkan serbuk sari. Dalam proses ini, tampung serbuk sari yang jatuh dari proses ini dengan media semacam kertas dan sebagainya.
    Kemudian proses penyerbukan dilakukan secara manual. Caranya, serbuk sari yang sudah jatuh di kertas tempelkan pada tongkol lain dengan cara dikuas. Lakukan hingga serbuk sari habis.
    Langkah terakhir adalah menutup tongkol yang sudah disilangkan dengan plastik. Tujuannya, agar kondisi tongkol steril dan proses pembuahan berjalan sempurna.

Proses penyilangan tersebut harus dilakukan dengan benar dan diperhitungkan. Pasalnya, jika proses dilakukan salah, maka tongkol bisa saja mogok berbuah atau bahkan bisa mati. Namun untuk gagal atau matinya tongkol silangan terjadi sangat minim. Dalam prosentase kegagagalan terjadi sekitar 5 sampai 20 %.

Berani Main Indukan
AB Suroto, Pebisnis dan Kolektor Anthurium di Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jateng, mengatakan kunci keberhasilan menciptakan jenis baru adalah berani bermain indukan. Artinya, dalam proses budidaya, uji coba itu penting demi mendapatkan ukuran yang pas.

Dalam nurserinya yang bercampur dengan bengkel ini, ia memiliki lebih dari 5 indukan. Ia punya jenmanii naga, jenmanii golden, jenmanii black, jenmanii 7 arah mata angin, dan masih banyak lagi. Bukannya ingin melengkapi koleksi, baginya kehadiran indukan itu merupakan mesin untuk mencetak jenis baru.

Selama ini, ia memang lebih berpikir konservatif, yaitu lebih mementingkan proses budidaya daripada bisnis. Baginya, melihat jenis baru buah ciptaannya adalah pengalaman yang sangat bernilai dan tak ada duanya. Pola pikir Suroto pun ternyata ada hasilnya. Sejak tahun 2003, dengan bermodal awal Rp 250 juta, kini omzet dan sejumlah koleksinya berharga lebih dari milyaran rupiah. Memang ia mengaku, awalnya harus menjual barang sana dan sini untuk membeli indukan.

Rumus Silangkan Anthurium Jenmanii

ntuk mendapatkan anakan yang berkualitas dan dijamin unik, maka cobalah trik yang biasa digunakan Suroto untuk berproduksi anthurium jenis baru. Sempat mengalami kegagalan, akhrinya ia pun berhasil menemukan sejumlah rumus yang sering ia gunakan. Berikut rumus yang sering dipakai:

  • Black Jenmanii dengan Jenmanii Oval (jenmanii oval hibrid, black jenmanii hibrid, red jenmanii hibrid, dan sebagainya).
    Black Jenmannii dengan Red Jenmanii (jenmanii oval hibrid, jenmanii red soliter hibrid, jenmanii jaipong, jenmanii jaipong hibrid, dan sebagainya).
    Jenmanii Dragon dengan Black Jenmanii (jenmanii oval hibrid, jenmanii red soliter hibrid, jenmanii jaipong, jenmanii jaipong hibrid, dan sebagainya).
    Jenmanii dan Gelombang Cinta (gelombang cinta giant, gelombang cinta brasilian).
    Black Jenmanii dan Jaipong (jenmanii oval hibrid, black jenmanii hibrid, red jenmanii hibrid, jenmanii 7 arah mata angin, dan sebagainya).
    Keris dan Gelombang Cinta (Kristi dan Gelombang Cinta Giant).

Dalam proses penyilangan tersebut, kegagalan perkembangan atau matinya bibit sudah biasa. Umumnya sekitar 5 sampai 10 osea atau bibit mengalami kematian. Hal itu wajar terjadi. Namun di balik itu, proses penyilangan terkadang dapat menghasilkan produk baru. Untuk itulah, bersiaplah menerima kejutan jika bibit yang Anda budidaya ternyata menghasilkan jenis atau varian baru anthurium. Maka, jangan takut ber-eksperimen dan bersiaplah memberi nama yang sesuai atau nama Anda barangkali? Selamat mencoba. [adi]

Sumber: tabloidgallery.wordpress.com


photo: capstrong.blogspot.com


photo: blogger.com

11
Artikel tentang Tanaman Hias / Aglo Tetap Berkibar di Salma Shofa
« pada: November 17, 2011, 01:05:51 AM »
Bursa Tanaman Hias di Salma Shofa Samarinda
Di tengah marak dan hiruk pikuknya anthurium terutama jenmanii, Salma Shofa, Pusat Tanaman Hias yang juga sarana rekreasi edukatif dan sarana edukasi yang rekreatif di Samarinda kalimantan Timur tetap mengibarkan aglaonema sebagai tanaman hias terkemuka di Indonesia.

Di tengah marak dann hiruk pikuknya anthurium terutama jenmanii, Salma Shofa, Pusat Tanaman Hias yang juga sarana rekreasi edukatif dan sarana edukasi yang rekreatif di Samarinda kalimantan Timur tetap mengibarkan aglaonema sebagai tanaman hias terkemuka di Indonesia.

Sebagai bukti berkibarnya aglaonema sebagai tanaman hias, Salma Shofa yang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang terletak di jalan Mugirejo Km 4,5 kecamatan Samarinda Utara akan menyelenggaran bursa tanaman hias dengan menjadikan aglaonema sebagai pajangan utama. Kegiatan tersebut yang sudah mulai digelar 5 Desember dan berakhir 15 Desember itu dilaksanakan untuk menandai ulang tahun pertama pusat tanaman hias ini.

Semua tanaman hias ada di sini. Mulai sansevieria, anthurium, philodendron, dan tanaman hias lainnya, Salma Shofa tetap mengedepankan aglaonema karena meyakini tanaman hias ini lebih berprospek di masa depan. Mengapa? Karena aglaonema tidak bisa diperbanyak secara massal kecuali melalui kultur jaringan. di Indonesia, cara itu belum biasa. Bahkan oleh Greg Hambali sekalipun.

Buktinya, puluhan tahun sudah Aglo hadir, harganya relatif stabil dan penghobinya semakin berkembang dan meluas ke seluruh pelosok nusantara. Aglo di Salma Shofa terbilang lengkap, mulai aglo dari bangkok seperti lady valentine, heng2, margareta, siam pearl, kaochin, lipstik silver, lipstik putih, tricolor, alexander, legacy silver, legacy green, venus, dut unyamanee, lipstik aurora, prosperity, wak meng, lu lai wan atau big roy, golden lucky, isabella, king of siam hijau, agatha, siam jade. Yang lokal juga ada seperti madame soeroyo, jatayu, camelia, amelia, bima, nina, evita, srikandi, diana, JT 2000, pride dan black
sumatera. dan sebagainya.

Menurut Pernyata, bursa ini dimaksudkan juga untuk mendukung Pemerintah dengan gerakan hijau, bersih dan sehat. Karena itu, bursa tanaman hias ini tidak semata-mata menjual tanaman hias, tapi mengenalkan salma shofa sebagai wadah edukasi yang rekreatif atau wadah rekreasi yang edukatif.

Kalau nggak beli, ya jalan-jalan hirup udara segar alam khas pedesaan kata Amin salah seorang pengelola Salma Shofa.

Mengapa terus diburu?
Menurut Amin, bagi penghobi aglo, demikian aglaonema biasa disebut, bursa kali ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pencinta aglo yang barangkali belum tahu sosok siti nurbaya, siti nurhaliza, chaopraya, golden lucky, isabela, prosperity, dsb.

Seperti diketahui, Salma shofa memang dikenal sebagai pusat tanaman hias yang memiliki aglo paling lengkap. Aglo tiba-tiba diburu banyak orang. Hampir semua kios bunga yang dulu menjual tanaman hias out door melengkapi koleksinya dengan tanaman hias indoor. Selain dianggap sebagai pembawa keberuntungan atau rezeki, juga karena tanaman hias ini memunculkan pesona dari keindahan corak daunnya.

Aglaonema juga biasa disebut Chinese Evergreen, karena orang yang pertama kali membudidayakan adalah orang Cina. Di Indonesia lebih dikenal sebagai Sri Rejeki. Thailand yang terkenal di bidang hortikultura berhasil mengembangkannya melalui penyilangan dan menghasilkan variasi warna daunnya dan karena itu di Thailand dikenal sebagai Siamese Rainbow atau pelangi dari Thailand.

Di Indonesia, aglaonema terkenal berkat jasa Gregori Garnadi Hambali yang berhasil dengan silangan lagendarisnya yang diberi nama Pride of Sumatera tahun 1985. Pada waktu itu, Pride dijual dengan harga 350 ribu Rupiah perdaunnya. Pencinta aglaonema pun semakin meluas, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia bahkan di Kaltim, meski harganya sangat mahal, ada yang selembar daunnya mencapai 10 juta Rupiah.

Saat ini terdapat sekitar 350-an aglaonema hibrida. Namanya pun macam-macam seperti lipstick, madame soeroyo, adelia, duut unyamanee, venus, jatayu, ruth, camellia, rorojongrang, dsb.

Aglaonema atau Aglonema – Tanaman yang disebut juga Sri Rejeki dan juga ‘Chinese Evergreen’ merupakan tanaman dari family Araceae. Genus Aglaonema terdiri dari sekitar 30 spesis.

Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, sehingga tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran yang rendah dan kelembaban tinggi.

Sekarang ini berbagai macam aglaonema hybrida telah dikembangkan, sehingga memiliki penampilan tanaman yang sangat menarik. Hybrida dari bermacam warna, bentuk, ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies-spesies alami.

Tanaman aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki corak maupun bentuk daun yang sangat menarik. Selain mudah perawatannya tanaman ini sangat cocok untuk dikoleksi karena tidak memerlukan lahan yang luas.

Saat ini, di Samarinda, penghobi aglaonema berkembang luar biasa. Yang paling banyak laku di pasar seperti Pride of Sumatra, Buterfly, Heng-heng, Lady Valentine, Northern Star.

Pada bursa kali ini, penghobi dapat melihat-lihat koleksi aglo terbaru yang belum pernah dipajang
Salma Shofa dalam pada bursa-bursa sebelumnya. Misalnya, srikandi dan diana, serta aglo lainnya.

Sumber: kebonkembang.com


photo: mostbeautifulflower.com


photo: bloggang.com


photo: bloggang.com

Halaman: [1]


Copyright © Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia