Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia



Tulisan Terbaru

Halaman: 1 ... 8 9 [10]
91
Trip & Trik Memelihara Tanaman / Tips Mudah Menanam Bunga Pengusir Nyamuk di Rumah
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Oktober 19, 2016, 09:27:52 PM »
Oleh: Wahyu Ardiyanto dan Mita Agustina


Bunga lavender dikenal sebagai bunga dengan wangi dan warna yang khas serta memiliki segudang manfaat, termasuk di antaranya manfaat untuk kesehatan. Banyak yang berpikir bunga lavender sulit ditanam, padahal lavender termasuk tanaman yang minim perawatan loh!

Untuk mudahnya Anda harus mengetahui dengan pasti lingkungan seperti apa yang cocok untuk menanam bunga lavender dan situasi seperti apa yang harus dihindari.

Nah, jika Anda ingin mencoba menanam bunga lavender di rumah dengan mudah, maka simak beberapa tips yang dijabarkan berikut ini:

1. Perhatikan jarak penanaman

Jika Anda ingin menanam bunga lavender di halaman rumah, pastikan jarak antara satu tanaman dengan tanaman lainnya berkisar 30-45 cm. Pastikan juga area tersebut mendapatkan sinar matahari yang banyak.

Yang perlu Anda perhatikan, tanah yang lembab tidak bagus untuk lavender. Jadi upayakan agar bagian tanahnya dapat dilalui udara dengan baik.


2. Menanam di dalam pot

Jika Anda menanam lavender di dalam pot, lapisi bagian bawah pot dengan styrofoam yang memiliki ketebalan kurang lebih 5 cm. Cara ini akan membuat pot tetap terjaga kekeringannya sehingga Lavender tidak menjadi rusak.

Tanam setiap lavender dalam satu pot dan tempatkan di bagian tengah.


3. Gunakan batu kerikil putih

Beberapa orang senang menggunakan batu kerikil putih di sekitar tanaman lavender. Selain bagus untuk tatanan dekorasi cara ini juga baik untuk menyerap panas sehingga kondisi tanah selalu kering.

Bunga lavender dapat tumbuh subur di cuaca yang panas dan cara ini juga dapat membantu menjaga suhu di sekitar tanaman.


4. Tips menyiram

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tanah yang terlalu lembab tidak bagus untuk menanam lavender. Jadi siram tanaman lavender jika tanahnya terasa sangat kering ketika disentuh saja.

Pastikan juga agar takaran airnya pas, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Air yang terlalu sedikit juga dapat menyebabkan jamur sehingga lavender sulit tumbuh dengan baik.


5. Pastikan sinar matahari yang cukup

Jika tanaman lavender ditanam dalam pot maka dengan mudah Anda dapat memindahkan pot tersebut untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Namun, jika Anda menanamnya di sebuah kebun pastikan area yang dipilih mendapatkan sinar matahari paling tidak 8 jam per hari.

Ingat, tanaman lavender membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh dengan kuat dan sehat.


6. Merapikan cabang

Pastikan tanaman lavender Anda tidak dipenuhi batang dan juga akar yang akan membuatnya terlihat berantakan. Jangan takut untuk merapikan cabang-cabang tersebut.

Mungkin Anda hanya butuh melakukan pemangkasan satu kali dalam setahun, tapi untuk merapikan cabang bisa dilakukan sesering mungkin sesuai dengan keadaan tanaman.


7. Musim panen tiba

Ketika tanaman lavender sudah panen dengan banyak, pastikan Anda menyimpannya di tempat yang kering. Untuk hasil terbaik, simpan di tempat yang hangat, gelap, dan gantungkan dalam keadaan terbalik. Dalam 10-14 hari tanaman ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.



Sumber Artikel: http://properti.liputan6.com/
92
Artikel tentang Tanaman Hias / Berbagai Jenis Bunga Cempaka Beserta Manfaatnya
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Oktober 19, 2016, 08:18:03 PM »
Oleh: Agus Sugiyanto


Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki keanekaragaman jenis flora atau tumbuhan. Hal ini tidak lepas dari kondisi alam Indonesia yang terdiri dari kepulauan dan beriklim tropis. Salah satu flora atau tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia adalah bunga cempaka.

Bunga cempaka merupakan genus tanaman berbunga dari suku Magnoliaceae. Genus ini terdapat sekitar 50 spesies yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Daerah penyebarannya di Asia Selatan, Asia Tenggara serta Tiongkok Selatan. Di Indonesia bunga cempaka banyak tumbuh di pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Maluku.

Tanaman cempaka mempunyai beberapa nama lokal di berbagai daerah di Indonesia. Seperti cempaka putih, kantil (Jawa), jeumpa gadeng (Aceh), cempaka bodas (Sunda), capaka bobulo (Tidore), sampaka mopusi (Mongondow), campaka (Madura), campaka putieh (Minangkabau), bunga eja kebo (Makasar), capaka bobudo (Ternate), bunga eja mapute (Bugis).

Adanya berbagai macam nama lokal tersebut menunjukkan bunga cempaka tersebar di berbagai pulau di Indonesia.


Mitos Bunga Cempaka

Ada beberapa jenis bunga cempaka yang tumbuh di daratan Indonesia. Antara lain cempaka putih (kantil), cempaka merah, cempaka kuning (cempaka wangi), cempaka ungu, cempaka telor atau cempaka gondok dan cempaka mulya.

Dari beberapa jenis cempaka tersebut, bunga cempaka putih yang paling dikenal di masyarakat Indonesia. Bunga cempaka putih atau sering disebut bunga kantil lebih dikenal karena filosofi maupun mitos yang melekat kuat padanya.

Mitos yang berkembang di masyarakat, aroma wangi bunga cempaka putih yang khas sangat disukai makhluk halus seperti jin dan sebagainya. Bahkan sampai saat ini masih banyak masyarakat yang percaya bahwa pohon kantil sering dijadikan tempat tinggal berbagai makhluk halus seperti kuntilanak dan genderuwo. Bunga kantil juga sering digunakan sebagai pelengkap dalam ritual memanggil arwah.

Terlepas dari semua mitos dan kepercayaan masyarakat tersebut, bunga kantil mempunyai nilai tradisi yang erat bagi masyarakat Jawa, baik dalam tradisi perkawinan ataupun kematian.

Dalam tradisi masyarakat Jawa, bunga kantil biasanya digunakan sebagai penghias keris dan penghias sang pengantin. Ini diberikan kepada kedua pasangan pengantin, baik mempelai laki-laki maupun perempuan.

Sedangkan dalam prosesi kematian, bunga kantil digunakan sebagai bunga tabur dan penghias keranda jenazah.


Jenis Bunga Cempaka

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tanaman cempaka mempunyai sekitar 50 spesies yang tersebar di Asia Selatan, Asia Tenggara serta Tiongkok Selatan. Di Indonesia setidaknya ada 4 jenis cempaka yang tersebar di berbagai daerah. 4 Jenis cempaka tersebut antara lain:

1. Bunga Cempaka Putih

Cempaka putih atau kantil mempunyai nama latin Michelia Alba, sedangkan di Filipina tanaman ini dikenal dengan Tsampakang Puti. Cempaka putih dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter.

Pada ranting-ranting pohon cempaka putih biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna keabu-abuan. Tanaman ini merupakan hasil persilangan (hibrida) antara M. champaca dan M. Montana.

Daun cempaka putih tunggal berbentuk telur dan berwarna hijau. Bunganya berwarna hijau saat belum matang kemudian berubah menjadi putih saat bunganya mendekati masa mekar. Sampai saat ini campaka putih menjadi flora identitas provinsi Jawa Tengah.


2. Bunga Cempaka Kuning (Cempaka Wangi)

Cempaka kuning atau cempaka wangi (Michelia Champaca) dewasa dapat mencapai ketinggian hingga 25 meter. Daunnya bulat telur bentuk lanset dengan ujung dan pangkal runcing. Bunganya berwarna kuning cerah mendekati jingga. Bunga cempaka kuning beraroma sangat wangi sehingga disebut cempaka wangi.

Menurut sumber dari wikipedia, cempaka kuning atau cempaka wangi adalah flora identitas untuk provinsi Aceh; di sana dikenal sebagai Bungong Jeumpa Gadeng.

Cempaka wangi dapat diperbanyak dengan cara cangkok atau dengan bijinya. Hasil persilangan cempaka kuning dengan M. Montana menghasilkan cempaka putih.


3. Bunga Cempaka Merah

Cempaka merah merupakan tanaman marga magnoliaceae yang berasal dari Cina. Cempaka merah termasuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan.

Selain pertumbuhannya lambat (dalam setahun baru tumbuh daun), proses pemekaran bunga cempaka merah terbilang singkat, hanya mekar beberapa jam kemudian perlahan layu. Namun demikian, bunga ini justru dicari-cari banyak orang karena kelangkaannya tersebut.


4. Bunga Cempaka Ungu

Tanaman cempaka ungu (Magnolia Liliaflora) merupakan tanaman yang tidak memiliki daun banyak. Bunganya berwarna ungu muda dan aroma wanginya menyerupai aroma buah pisang. Tanaman ini tumbuh lebat diawal musim penghujan. Ia dapat tumbuh optimal di dataran tinggi atau daerah dengan suhu dingin 20-26 C.


Manfaat Bunga Cempaka Untuk Kesehatan

Selain berguna untuk wewangian dan keperluan tata rias, Bunga cempaka juga dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Kandungan yang terdapat dalam tanaman cempaka seperti alkaloid mikelarbina dan liriodenina berkhasiat sebagai ekspektoran dan diuretik.

Karena kandungan yang dipunyainya tersebut, tanaman cempaka dapat menjadi obat alternatif berbagai macam penyakit. Diantara penyakit yang dapat diobati dengan tanaman cempaka adalah:

1. Mengatasi Bau Badan

Setiap orang mungkin pernah mengalami bau badan, entah ketika dalam perjalanan ataupun setelah berolahraga. Hal tersebut disebabkan oleh bakteri dan kuman penyebab bau badan yag bercampur dengan keringat atau dapat juga akibat pakaian yang dikenakan.

Kita tentunya jadi tidak percaya diri ketika bau badan tak sedap tersebut tercium orang di sekitar kita.

Untuk mengatasi bau badan tak sedap tersebut kita cukup menggunakan bunga cempaka. Caranya dengan mandi menggunakan air rebusan bunga cempaka. Aroma wangi bunga cempaka yang sangat kuat dapat mengatasi masalah bau badan kita.


2. Mengatasi Keputihan

Masalah keputihan kerap melanda sebagian besar wanita pada saat datang bulan. Keputihan biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur dan parasit di sekitar alat vital. Hal ini dapat mengakibatkan peradangan di daerah saluran ekskresi dan rasa perih saat buang air kecil.

Keputihan ini dapat diobati dengan menggunakan bunga cempaka. Caranya dengan merebus bunga cempaka putih sebanyak 30 gram ditambah dengan jali 60 gram (sebelumnya direndam terlebih dahulu sampai lembut) serta kulit delima 15 gram.

Rebus sampai semua bahan tersebut benar-benar menyatu, kemudian saring dan minum dalam keadaan hangat.


3. Mengobati Perut Kembung

Perut kembung adalah kondisi ketika perut terasa penuh dan kencang. Di samping itu, perut juga bisa terlihat membesar. Hal ini bisa membuat kita merasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa disertai dengan gejala kentut secara berlebihan, bersendawa, serta perut terasa bergejolak.

Bunga cempaka dapat juga digunakan untuk mengobati perut kembung. Caranya rebus bunga cempaka putih (kantil) ditambah kulit jeruk keprok atau jeruk mandarin kering, kapulaga, dan jahe. Bahan-bahan tersebut direbus dengan air 700 cc, tunggu hingga air tersisa 300 cc, kemudian saring dan minum selagi hangat.


4. Mengatasi Masalah Radang Saluran Pernapasan

Radang saluran pernapasan bisa menjadi berbahaya jika tidak segera ditangani. Jika semakin parah dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut ISPA.

ISPA terjadi karena infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini.

Oleh karena itu melakukan pencegahan sebelum terjadi ISPA harus dilakukan sedini mungkin. Jika sudah terlihat tanda-tanda terserang radang saluran pernapasan harus segera diobati, salah satu caranya dengan menggunakan daun cempaka.

Caranya ambil 15 gram daun cempaka (kantil), 15 gram pahap (umbi bunga lili), 5 gram kulit jeruk mandarin kering. Rebus semua bahan dalam air 500 cc, rebus sampai mendidih hingga air tersisa 200 cc. Minum air rebusan tadi selagi hangat.


5. Mengatasi Vertigo

Vertigo merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan keseimbangan, gangguan ini disebabkan terganggunya sistem keseimbangan yang berada di dalam telinga sehingga membuat penderitanya merasa pusing.

Cara mengobatinya bisa menggunakan bunga cempaka. Pusing pada kepala perlahan hilang dengan cara meminum air rebusan bunga cempaka putih yang sudah dikeringkan. Lakukan secara teratur hingga rasa sakitnya hilang.


6. Mengatasi Sinusitis

Penyakit sinusitis adalah penyakit yang diakibatkan oleh tersumbatnya jaringan sinus di bagian hidung oleh virus, bakteri dan jamur dalam bentuk cairan sehingga menimbulkan peradangan dan mengakibatkan infeksi.

Cara mengatasinya bisa dengan menggunakan bunga cempaka sebanyak 30 gram yang direbus dengan jahe, daun menthol dan bawang putih. Semua bahan tersebut direbus dalam air mendidih sebanyak 800 cc. Minum air rebusan dua kali sehari secara teratur.



Sumber Artikel: http://santaisaja.net/bunga-cempaka/
93
Obrolan Ringan / Re:Terapi Bunga untuk Atasi Depresi
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Oktober 16, 2016, 08:55:36 PM »
Aroma Bunga yang Bantu Anda Tahan Nafsu Makan Berlebihan
Oleh: Hestianingsih


Makanan manis seperti cake dan roti dengan isian krim, keju, susu dan cokelat seringkali menjadi 'godaan terbesar' saat seseorang menjalani diet penurunan berat badan. Terlebih lagi saat stres, kemungkinan untuk mencomot dan melahap makanan yang juga disebut sebagai 'comfort foods' ini pun makin besar.

Alhasil program penurunan berat badan tak berhasil dan tubuh pun makin menggemuk. Bagi Anda yang merasa kesulitan menahan nafsu makan makanan berkarbohidrat tinggi, sebuah trik yang telah terbukti secara ilmiah ini bisa jadi solusinya; hiruplah aroma melati.

Para peneliti di Australia menemukan bahwa setelah menghirup aroma melati, hasrat partisipan untuk makan cokelat berkurang secara signifikan. Seperti dikutip dari situs National Center for Biotechnology Information, 67 partisipan wanita distimulasi hasrat makannya dengan diperlihatkan beberapa foto makanan terbuat dari cokelat.

Kemudian mereka diminta menghirup tiga jenis aroma; apel, melati dan air putih. Dari tiga aroma, aroma yang tidak berhubungan dengan makanan (melati) ternyata bisa mengurangi keinginan makan permen cokelat secara signifikan ketimbang dua wewangian lainnya.

Dijelaskan peneliti seperti dilansir Huffington Post, aroma melati bisa memanipulasi memori pada otak, membantu membuyarkan pikiran akan lezatnya permen atau kue cokelat. Hal yang sama juga bisa diterapkan pada aroma non-makanan lainnya seperti mawar, lavender atau ylang-ylang.

Agar efeknya lebih maksimal sebaiknya hirup aroma melati alami yang berasal dari tanaman. Baik itu bunga melati hidup atau minyak aromaterapi dengan ekstrak melati berkonsentrasi tinggi. Bukan parfum, cologne, body mist atau penyegar ruangan sintetis beraroma melati.



Sumber Artikel: http://wolipop.detik.com/
94
Trip & Trik Memelihara Tanaman / Media Tanam dan Pupuk Aglaonema Agar Tumbuh dengan Baik
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Oktober 16, 2016, 08:34:12 PM »

Media tanam aglaonema sebenarnya cukup beragam. Para pencinta tanaman ini biasanya punya cara masing-masing untuk meracik sendiri-sendiri. Kendati berbeda, media tanam tersebut mempunyai sifat yang sama yakni porositasnya (pori-pori) tinggi, ringan, kuat menahan air (siraman), mengandung hara yang siap pakai serta mampu menopang tanaman aglaonema yang tumbuh diatasnya.

Umumnya media tanam aglaonema itu berupa oplosan antara bahan-bahan tertentu yang sama-sama mempunyai sifat yang disebutkan diatas. Bahan-bahan yang dimaksudkan antara lain pakis, cocopeat, kompos, sekam bakar (arang sekam), dan pasir malang.

Bahan-bahan tersebut dioplos jadi satu dengan perbandingan tertentu, umpamanya 1:1:1:1:1. Ada pula yang membuat porsi kompos lebih besar sehingga perbandingan pakis, cocopeat, kompos, sekam bakar (arang sekam) dan pasir malang menjadi 1:1:2:1:1.

Komposisi media tanam itu sebetulnya tidak mutlak diikuti. Ada sebagian yang menggunakan 3 komposisi saja, umpamanya pakis, sekam bakar dan pasir malang dengan perbandingan 1:1:1. Ada pula yang memakai pakis, kompos dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:2:1.

Menurut Greg Hambali selaku pakar aglaonema, media aglaonema yang paling baik adalah oplosan antara cocopeat, arang sekam dan pasir halus dengan perbandingan 2:2:1. Untuk meningkatkan kesuburannya, di dalam media tanam itu diberi pupuk slow release sekelas Dekaform, Dekastar, Jutapan atau lainya dengan dosis 2 gram per pot. Setelah media tanam terbentuk, proses selanjutnya adalah proses sterilisasi media tanam dengan cara memasaknya seperti menanak nasi.

Sumber: http://i1.wp.com/mediatani.com/wp-content/uploads/2016/02/pupuk-penyubur-tanaman-768x427-1.png?fit=768%2C427 (www.mediatani.com)

Tekniknya Adalah Sebagai Berikut:

- Media tanam yang akan digunakan dibungkus plastik yang berlubang-lubang.
- Letakkan media tanam tersebut ke dalam wadah untuk pemanasan. Kemudian Panaskan wadah tersebut di atas kompor dan biarkan hingga benar-benar panas.
- Setelah pemanasan dirasa cukup maka dinginkan media hingga temperatur ruang.
- Siapkan pot dan isi pot tersebut dengan pecahan arang kayu kurang lebih 1/3 dari total volume pot.
- Masukan media yang telah didinginkan hinggan 1/2 volume pot setelah itu bibit aglaonema ditanam, lalu tambahkan media tanam hingga menutup semua pangkal batang aglaonema.
- Siramkan air yang telah dicampur pupuk dengan kandungan vitamin B1 dengan maksud untuk menjaga tanaman agar tidak stress dan merangsang kembali pertumbuhan.
- Tambahkan pupuk slow release pada permukaan media untuk melengkapi unsur hara yang dibutuhkan aglaonema.

Selamat mencoba.


Sumber Artikel: http://santaisaja.net/media-tanam-dan-pupuk-aglaonema/
95
Trip & Trik Memelihara Tanaman / Awas, Daun Alokasia Tengkorak Dapat Mengering Mendadak
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Oktober 12, 2016, 08:53:56 PM »
Oleh: Agus Sugiyanto


Tanaman hias jenis Alokasia Tengkorak masih jarang yang dijadikan sasaran bagi kolektor tanaman hias untuk menjadi salah satu koleksi di taman rumah. Mungkin hal ini terjadi karena para penghobis masih terbuai dengan tanaman hias jenis Anthurium yang saat ini dapat dikoleksi dengan harga terjangkau dengan kualitas bagus.

Namun beberapa tahun yang akan datang, tanaman hias jenis alokasia akan menjadi trend tersendiri pada kalangan kolektor tanaman hias.
Untuk itu, pada bahasan kali ini akan diulas tips sederhana agar tanaman hias alokasia tidak mengering daunnya.

Perlu diketahui bahwa, masalah yang sering dialami oleh alokasia yaitu kerusakan pada daun yang diikuti dengan mengeringnya daun secara perlahan. Hal tersebut  terjadi karena:

1. Permukaan daun alokasia berbentuk lebar dan cenderung kasar

Itu artinya bahwa daya serap cahaya daun alokasia cukup tinggi. Maka, jika alokasia tengkorak diletakkan di tempat yang terlalu panas, maka secara perlahan, permukaan daun mengalami dehidrasi sehingga terjadi pengeringan daun dimulai dari sisi pinggir kemudian keseluruh daun.


2. Kurangnya frekuensi penyiraman atau media tanam terlalu kering

Sehingga supply air ke tanaman alokasia tengkorang tidak terpenuhi. Maka solusi bagi tanaman alokasia tengkorak yaitu menggugurkan daunnya untuk mengurangi dehidrasi.

Solusinya adalah jaga kelembaban media tanam. Perlu diketahui bahwa, jika kondisi tanaman benar-benar kekurangan air maka seluruh tanaman akan gugur, namun tanaman tetap hidup pada bagian ubi dan akar sehingga sewaktu-waktu dapat tumbuh kembali.


3. Pemakaian insektisida yang terlalu panas atau frekuensi penyemprotan yang terlalu sering

Gunakanlah obat pembasmi serangga yang lebih bnyak mengandung unsur organik dan kurangi frekuensi penyempotan obat bisa satu bulan sekali atau kalau ada serangga saja.


4. Penggunaan pupuk kimia yang terlalu berlebihan. Gunakan pupuk sebijak mungkin deh.

Pada intinya sih, jangan sampai tanaman hias yang namanya Alokasia Tengkorak kepanasan, apapun penyebabnya. Semoga bermanfaat.



Sumber Artikel: http://santaisaja.net/tanaman-hias-alokasia-tengkorak/
96
Artikel tentang Tanaman Hias / 7 Jenis Bunga Anggrek Ini Bisa Kamu Temukan di Indonesia
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Oktober 12, 2016, 08:41:23 PM »
Oleh: Agus Sugiyanto

Bunga Anggrek (Orchidaceae) merupakan salah satu tanaman hias yang paling banyak diminati. Dengan bentuk serta warna yang menawan bunga anggrek menjadi primadona pecinta tanaman hias di Indonesia. Sebagian besar tanaman Anggrek merupakan jenis tumbuhan epifit, yaitu tumbuhan yang hidup dengan menumpang atau menempel pada tumbuhan lain. Namun ada sebagian jenis anggrek tumbuh di tanah, bebatuan atau tanah berbatu. Ada juga yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering.

Walaupun kebanyakan hidup dengan menempel pada tumbuhan lain, tanaman ini mampu hidup secara mandiri. Bahkan mereka bisa di kembang biakkan dengan sistem hidroponik, budidaya tanaman tanpa menggunakan media ataupun tanah.

Berikut 7 jenis bunga anggrek yang bisa kamu temukan di indonesia.

1. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)

Anggrek Bulan merupakan tanaman yang meyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Sehingga Anggrek ini biasa ditempatkan di dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Anggrek yang mempunyai nama latin Phalaenopsis Amabilis ini memiliki ciri khas kelopak bunga yang lebar dan berwarna putih. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang sedangkan akarnya berwarna putih dengan bentuk bulat memanjang.

Bunga ini memancarkan sedikit keharuman serta waktu mekar yang lebih lama dari bunga anggrek lainnya.

Anggrek Bulan adalah anggrek yang paling banyak penggemarnya di Indonesia, mempunyai kelopak bunga yang lebar dan anggun. Anggrek ini ditetapkan sebagai Puspa Pesona, yaitu salah satu bunga nasional Indonesia.


2. Anggrek Vanda

Anggrek Vanda adalah salah satu jenis anggrek monopodial, yaitu batang utamanya tumbuh terus-menerus ke atas tanpa batas. Anggrek Vanda pertama kali ditemukan oleh William Roxburgh pada tahun 1795 yang diberi nama Vanda Tesselata Roxb oleh Sir W. Jones.

Anggrek Vanda ada yang tumbuh sebagai anggrek tanah (teresterial), ada juga yang tumbuh menempel di pohon lain (epifit). daerah penyebarannya di India, Himalaya, Asia Tenggara, Indonesia, Filipina, Nugini, Cina Selatan dan Utara Australia.

Tanaman ini memiliki ukuran dan bentuk daun bervariasi. Ada yang sempit, lebar, ada yang tipis, ada yg tebal, ada yg berbentuk sendok (spatulata), berbentuk pita (linear), berbentuk mata tombak (hastate), berbentuk lanset (lanseolate), ada juga yg berbentuk pensil (silindris).

Bunga anggrek vanda selain terkenal dengan ukuran bunganya yg besar dan beragam, juga terkenal memiliki banyak variasi warna.

Berdasarkan jenis bentuk daunnya anggrek vanda dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

    a. Vanda Daun (Strap Leaf Vanda)

Vanda denga ciri khas berdaun lebar atau berdaun sabuk dan bersifat epifit. Vanda jenis ini membutuhkan sedikit sinar matahari.

    b. Vanda Teres (Berdaun Pensil)

Yaitu vanda dengan bentuk daun silindris memanjang menyerupai pensil dan bersifat teresterial. Vanda jenis ini membutuhkan sinar matahari penuh. Yang termasuk vanda jenis ini adalah Vanda Teres dan Vanda Hookeriana.

    c. Vanda Semiteres

Perpaduan antara vanda daun dengan vanda teres. Jenis vanda ini membutuhkan sinar matahari penuh. Vanda Amesiana dan Vanda Kimbaliana adalah contoh vanda yang masuk kategori Vanda Semiteres.


3. Anggrek Dendrobium

Anggrek Dendrobium adalah jenis anggrek asal indonesia yg memiliki banyak warna, bentuk serta aroma yang khas. Anggrek ini hidup dengan cara menumpang pada pohon lain (epifit), namun tidak merugikan pohon yang ditumpanginya.

Selain mudah perawatannya, anggrek dendrobium merupakan jenis tanaman angrek yang sangat populer selain anggrek bulan. Di samping itu anggrek dendrobium juga rajin berbunga, bunga anggrek dendrobium dapat bertahan hingga 2 minggu bahkan beberapa jenis bunga anggrek dendrobium dapat berbunga hingga satu bulan.

Bentuk bunga anggrek dendrobium memiliki sepal yang bentuknya hampir menyerupai segitiga, dasarnya bersatu dengan kaki kolom untuk membentuk taji. Petal biasanya lebih tipis dari sepal dan bibirnya berbelah.

Ada dua jenis dendrobium, yakni species dan hibryd. Jenis dendrobium species merupakan jenis dendrobium yang masih original, bunganya masih asli belum pernah dilakukan persilangan dengan jenis anggrek lain.

Sedangkan dendrobium hibryd merupakan hasil persilangan antara dendrobium dengan jenis anggrek lain. Dendrobium hibryd lebih digemari daripada jenis species karena warna bunyanya lebih variasi dan cantik.

Pola pertumbuhan anggrek dendrobium bertipe simpodial, yaitu memiliki pertumbuhan ujung batang terbatas. Batang ini tumbuh terus dan akan berhenti setelah mencapai batas maksimum. Pertumbuhan ini akan dilanjutkan oleh anakan baru yang tumbuh di sampingnya.


4. Anggrek Cattleya

Anggrek Cattleya adalah salah satu jenis anggrek yang hidup menumpang pada pohon lain atau disebut epifit. Anggrek ini diberi nama Cattleya oleh John Lindley pada tahun 1824 setelah Sir William Cattley berhasil membudidayakan spesimen Cattleya Labiata.

Ukuran dan penampilannya yang cantik membuat anggrek cattleya disebut dengan Queen of Orchid (Ratu Anggrek).

Anggrek cattleya termasuk golongan anggrek berbatang simpodial, yaitu pertumbuhan ujun-ujung batangnya terbatas. Setelah mencapai batas maksimum pertumbuhan tanaman ini akan terhenti kemudian membentuk rumpun dari tunas-tunas anakan.

Anggrek cattleya mempunyai kemampuan berbunga yang berbeda. Dapat dilihat dari bentuk daunnya, apabila daunnya lebar dan pendek maka anggrek cattleya sering berbunga. Apabila daunnya sempit dan panjang maka anggrek cattleya tersebut jarang berbunga.


5. Anggrek Tanah (Spathoglottis plicata)

Anggrek Tanah merupakan jenis anggrek yang berbeda dari jenis anggrek pada umumnya. Anggrek ini dapat hidup secara mandiri tanpa menumpang pada pohon lain. Anggrek tanah mempunyai nama ilmiah Spathiphyllum. anggrek ini berasal dari daerah tropis amerika dan asia tenggara.

Bunga anggrek tanah memiliki satu jenis warna yaitu merah muda. bunganya tumbuh dari pucuk tanaman. Tanaman anggrek satu ini dapat tumbuh dengan baik hanya dengan menggunakan media tanah. Pertumbuhannya bisa mencapai ketinggian kurang lebih 45 cm, daunnya memanjang hingga 12 sampai dengan 65 cm.


6. Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)

Anggrek Tebu merupakan anggrek terbesar dan paling berat diantara jenis anggrek lainnya. Dalam satu rumpun dewasa, beratnya dapat mencapai 1 ton dengan tinggi mencapai 3 meter dan diameter bunga 1-2 cm. Karena inilah, anggrek tebu lebih dikenal dengan Anggrek Raksasa.

Anggrek tebu mempunyai nama ilmiah Grammatophyllum Speciosum. Anggrek spesies Grammatophyllum Specioum pertama kali ditemukan di Papua sehingga ditetapkan dengan nama ilmiah Grammatophyllum Papuanum.

Anggrek ini sering disebut dengan Anggrek Ratu dan Anggrek Macan. Disebut anggrek ratu karena memang anggrek tebu merupakan anggrek terbesar dari semua jenis anggrek. Anggrek tebu disebut anggrek macan karena warna bunganya yg menyerupai warna macan, berwarna kuning dengan bintik-bintik berwarna coklat, merah atau merah kehitam-hitaman.

Bunga anggrek tebu tergolong tahan lama dan tidak mudah layu. Meskipun telah dipotong batangnya, bunga raksasa yang super besar dan berat ini mampu bertahan hingga 2 bulan.

Anggrek tebu termasuk jenis anggrek epifit. Genus ini menyebar di hutan hujan dari Indo-Cina, ke Indonesia, Filipina, Papua Nugini dan pulau-pulau Pasifik Barat Daya.


7. Anggrek Oncidium

Anggrek Oncidium adalah salah satu marga anggrek species yang berasal dari daratan Amerika dan tumbuh pada habitat tropis dan subtropis.

Anggrek oncidium terdiri dari kurang lebih 330 spesies anggrek yang tersebar dari wilayah Meksiko Utara, beberapa daerah Karibia, Florida Selatan sampai Amerika Selatan. Genus ini dideskripsikan pertama kali oleh Olof Swartz.

Anggrek Oncidium dijuluki Dancing Lady karena bibir (labellum) mekar seperti baju gadis yang sedang menari. Anggrek oncidium umumnya tumbuh di daerah kering. kebutuhan cahaya anggrek oncidium ini bervariasi. Pada umumnya, anggrek oncidium tahan lebih banyak cahaya yaitu berkisar antara 20-60 persen cahaya.

Di Indonesia sendiri banyak ditemukan jenis anggrek oncidium antara lain Oncidium Sharry Baby, Oncidium Wild Cat ‘Rainbow’, Oncidium White Fiary, Oncidium Wild Cat, Oncidium Green Valley, Oncidium Hawaian Sunset, Oncidium Little Chery, Oncidium Jiuh Bao Gold, Oncidium Monarch, Oncidium Milinium Gold, Oncidiumbobcat, Oncidium Golde Shower, dan masih banyak lagi.



Sumber Artikel: http://santaisaja.net/jenis-bunga-anggrek/
97
Obrolan Ringan / Re:Manfaat Dari Bunga Yang Bisa Membuat Mood Lebih Baik
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Oktober 12, 2016, 07:47:27 PM »
Iya, orang-orang sekarang memang semakin kreatif dan inovatif dalam segala bidang :D :D
98
Trip & Trik Memelihara Tanaman / Re:6 Trik Merawat Tanaman di Pekarangan
« Tulisan terakhir oleh kiswinar04 pada Oktober 12, 2016, 03:23:09 AM »
Itu tanaman yang ditaruh di rak dinding, nyiraminya bagaimana ya ? eman kayunya tuh
99
Koleksi Foto Tanaman Hias / Re:Kamboja Hias
« Tulisan terakhir oleh kiswinar04 pada Oktober 12, 2016, 03:21:02 AM »
kenapa ya tanaman kamboja punyaku gak bisa bertambah gede dan tinggi meskipun aku taruh di pot yang besar
100
Jual & Beli Tanaman Hias / Re:PEMBUATAN & PERAWATAN TAMAN
« Tulisan terakhir oleh kiswinar04 pada Oktober 12, 2016, 03:18:15 AM »
kasih contoh taman yang pernah anda buat gan
Halaman: 1 ... 8 9 [10]


Copyright © Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia