Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia



Tulisan Terbaru

Halaman: 1 ... 8 9 [10]
91
Oleh: Hartati, Hasballah


Bagi Anda yang memiliki hobi mendaki gunung, pasti akan menemukan menjumpai bunga anggrek selop. Tanaman ini memiliki habitat asli yang berada dikawasan Selatan Lereng Gunung Semeru yang berada di Lumajang, Jawa Timur.

Namun, jika tak sempat mendaki gunung, tanaman cantik ini pun bisa dilihat di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur karena merupakan salah satu tanaman yang dikoleksi di sana. Bagi Anda yang penasaran mengenai bentuk tanaman ini, bisa mengetahuinya dari ciri-ciri yang bisa Anda ketahui. Anggrek Selop memiliki 4 kelopak yang terbagi atas 2 kelopak utama, serta memiliki dua kelopak samping dan 1 labelium.

Sekilas penampilan Anggrek Selop menyerupai tanaman kantong semar, dan hal inilah yang menjadi daya tarik serta letak keunikan Anggrek Selop dibandingkan jenis anggrek lainnya.

Untuk bentuknya sendiri Anggrek Selop memiliki ukuran bunga sekitar 7,5 cm, dengan kelopak punggungnya sekitar 3cm yang memiliki warna hijau biru keputihan. Selain itu kelopak samping tanaman ini memiliki panjang 5cm, dan labeliumnya sendiri berukuran 4,5cm dan memiliki corak totol-totol dan berwarna ungu. Daun tanaman ini bisa dikatakan memiliki ukuran yang lumayan panjang, yakni sekitar 30 cm dengan ukuran batangnya yang bisa mencapai hingga 45 cm.


Tanaman hias yang termasuk ke dalam genus Paphiopedilum ini, dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama The Shiney Green Leaf Paphiopedilum dan Tropical Ladys-Slipper. Para kolektor luar negeri menyukai jenis anggrek ini untuk dijadikan indukan anggrek hibidra. Tak hanya itu saja, tanaman ini pun cukup populer sebagai tanaman ornamental.

Menurut seorang pedagang Anggrek Nurul Rusniawati, pemilik Nungky Orchids di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, negara-negara kolektor peminat anggrek selop ini antara lain Jerman, Belanda, Inggris, Amerika Serikat,Taiwan, Thailand dan Jepang.

Lebih lanjut, untuk menanam jenis anggrek ini haruslah memiliki tempat naungan yang sejuk. Genus paphiopedilum, dalam hal ini adalah anggrek selop termasuk jenis anggrek teretris yakni anggrek yang dapat hidup dengan media tanamnya adalah tanah.

Cara menanamnya, seperti diungkapkan oleh Nurul bisa langsung ditancapkan atau bisa juga ditanam ke dalam pot namun harus terlindung oleh pepohonan yang besar. Selain itu, waktu ideal untuk menyiram tanaman ini adalah saat menjelang sore hari.




Sumber Artikel: Jitunews.com
92
Trip & Trik Memelihara Tanaman / Jika Tanaman Enggan Berbunga
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 27, 2017, 03:35:54 AM »
Oleh: Anissa


Ada beberapa penyebab tanaman bunga enggan berbunga. Jika hal itu terjadi pada tanaman kesayangan Anda, coba trik berikut.

Kesal rasanya jika tanaman bunga kesayangan tak kunjung berbunga lagi. Padahal rasanya, ia baik-baik saja saat membeli. Mereka yang tidak sabar mungkin bisa segera mencabutnya dan mengganti dengan tanaman baru.

Jika hal ini terjadi pada tanaman bunga Anda, jangan buru-buru mencabut, apalagi membuangnya. Perhatikan dulu keadaan tanaman dan lingkungan sekelilingnya. Mungkin kebutuhan tanaman ini untuk berbunga tidak terpenuhi, sehingga ia enggan berbunga. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab.


1. Perhatikan penempatan tanaman.
Apakah ia mendapat cukup sinar matahari, atau tidak. Banyak tanaman yang pertumbuhannya menjadi lambat dan tidak mau berbunga, karena kekurangan sinar matahari. Jika memang demikian, artinya Anda perlu memindahkan tanaman ini. Atau rajin-rajinlah memindahkannya ke area kaya sinar matahari, terutama di pagi hari.


2. Daun yang terlalu rimbun.
Beberapa jenis tanaman, tidak mau berbunga jika daunnya terlalu rimbun. Oleh karena itu, lakukan pemangkasan secara teratur, terutama setelah masa berbunga.


3. Terlalu banyak terkena sinar matahari.
Coba lihat keadaan daunnya. Jika banyak yang berwarna kekuningan dan kering, artinya tanaman terlalu banyak diterpa sinar matahari. Hal ini juga bisa menyebabkan tanaman tidak subur dan tidak bisa berbunga. Sebaiknya hindarkan tanaman dari sinar matahari siang yang terik. Kecuali jika tanaman tersebut memang tahan terhadap panas matahari.


4. Media tanam keras dan kurang unsur hara.
Jika ini masalahnya, Anda perlu menggemburkan kembali media tanam. Jika perlu ganti media tanam dengan yang baru. Jika perlu tambahkan pupuk sebagai nutrisi tambahan. Tanah yang subur sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.



Sumber Artikel: http://properti.kompas.com/
93
Obrolan Ringan / Mengapa Jeruk Selalu Hadir Saat Imlek?
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 27, 2017, 01:02:50 AM »

Saat Imlek, jeruk seringkali menjadi buah yang sangat sering ditemui. Walau sebenarnya tak hanya saat Imlek, sebab jeruk sering digunakan oleh orang China untuk acara-acara besar, seperti upacara perkawinan.

Dalam bahasa Mandarin, Jeruk berbunyi “ju” yang mirip dengan bunyi kata keberuntungan, yakni “ji”. Tak heran, bila Jeruk seringkali digunakan untuk Imlek maupun upacara perkawinan.

“Sedangkan bila dilihat dari sudut warna, jeruk melambangkan warna cerah yang dianggap untuk kehidupan yang akan cerah. Dan juga, jeruk terdiri dari bagian-bagian yang semua bagian tersebut akan menyatu membentuk satu kesatuan yang bundar,” jelas Hermina Sutami, Dosen Sastra China, Universitas Indonesia.

Selain jeruk, orang China juga menggunakan pisang, delima, dan srikaya. Jadi, buah yang banyak bijinya dan bundar bentuk.

“Bagi orang China, bundar atau bulat itu melambangkan kesempurnaan. Ingat, rumah makan mereka sebagian bermeja bundar, kue bulan berbentuk bulat,” tambah Hermina.

Jelang Imlek, di sejumlah tempat akan mudah ditemukan pedagang pohon jerum imlek (kim kiat). Harga per pohon beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.



Sumber Artikel: www.kompas.com
94
Artikel tentang Tanaman Hias / Barringtonia Asiatica: Tanaman Keben atau Pohon Perdamaian
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 24, 2017, 12:11:10 AM »

Barringtonia asiatica atau biasa disebut tanaman Keben atau Pohon Perdamaian dikenal sebagai tanaman yang memiliki nilai artistik keindahan, tetapi tidak enak rasa buahnya, disukai karena nuansa kuat pada pohon yang telah berukuran besar, Disukai karena warna kemerah merahan yang kuat menempel pada daun, dan tetap bertahan walaupun sampai berumur tua, dan berukuran besar, Batang bisa menjadi besar, dan kayunya cukup keras dan kuat, serta daunnya memiliki warna hijau yang kuat.

Pohon Perdamaian merupakan predikat yang diberikan oleh Presiden Soeharto kepada pohon butun atau keben pada saat perayaan hari lingkungan hidup tahun 1986 di Indonesia. Butun atau keben ini merupakan pohon tropis yang sering ditemui di wilayah Samudera Hindia, Kawasan Malesia, hingga ke pulau-pulau di Pasifik Barat. Di luar negeri, tanaman ini dikenal dengan nama sea poison tree. Tanaman ini bisa tumbuh mulai dari 5 hingga 17 meter dengan diameter sekitar 50 cm. Batangnya memiliki tampilan bengkok dan bercabang-cabang, sedikit melengkung, dan rendah hampir mendekati tanah, sedangkan bunganya tumbuh beraturan. Saat bunganya mekar, terlihat seperti pom-pom cherleedear. Benang sarinya berwarna putih dengan ujungnya berwarna merah muda menambah keindahan bunga ini. Tanaman hias ini memiliki bau yang manis, sehingga mengundang serangga untuk hinggap diatasnya.


Keben mempunyai sistem perakaran yang banyak dan sebagian tergenang di air laut ketika sedang pasang. ia juga memiliki banyak percabangan yang terletak di bagian bawah batang mendekati tanah. Bentuk daunnya cukup besar, mengkilap dan berdaging. daun mudanya berwarna merah muda dan akan berubah menjadi kekuningan setelah tua.

Di lingkungan Keraton Yogyakarta juga berdiri tegak beberapa pohon Keben, dengan tinggi mencapai puluhan meter dengan banyak buah bergelantungan di sana. Biasanya buah keben ini dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar Keraton sebagai alat/sarana dalam suatu permainan anak-anak. Pohon ini dengan daunnya yang lebar ini membuat buahnya yang juga berwarna hijau, sekilas tidak nampak, dan sulit terlihat dengan cepat.


Di Papua buah keben disebut rabon pi. Bagian luarnya terdiri dari kulit berserabut dan didalamnya terdapat tempurung. di dalam tempurung terdapat sebutir biji yang keras, berlendir dan berwarna putih. buah ini memiliki bunga selebar 16 cm yang berwarna putih dengan benang sari berwarna merah muda. besar buah keben seukuran genggaman tangan orang dewasa, berwarna hijau ketika muda dan akan menjadi kecokelatan setelah tua dan kering.

Keben, adalah salah satu nama tanaman yang menjadi bahan utama dalam pengobatan mata dengan media herbal. Ekstrak buah keben dibuat dalam bentuk kemasan cair (obat tetes) yang mudah pemakaiannya. Pengobatan dengan memanfaatkan buah keben ini diyakini mampu mengatasi penyakit mata seperti katarak, petrigium, glaucoma, myopia (mata minus), hipermetropia (mata plus), astigmatis, dan infeksi mikroba. Kerena manfaatnya yang besar secara umum, tanaman ini selain dapat  berkembang biak secara alami, juga banyak dibudidayakan oleh petani tanaman, karena laku dujual dengan harga yang terjangkau.



Sumber Artikel: http://www.gardenmatrial.com/
95
Trip & Trik Memelihara Tanaman / Mau Menanam Cabe di Rumah? Begini Caranya!
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 20, 2017, 03:12:07 AM »
Oleh: Wahyu Ardiyanto


Tingginya curah hujan beberapa bulan terakhir ini menyebabkan harga cabai melonjak tinggi. Kenaikannya bahkan hingga menembus Rp 100 ribu per kilogramnya. Dan bagi masyarakat luas, harga segini tentu saja terasa mahal.

Menanggapi masalah tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan gagasan yang hampir sama dengan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengajak ibu rumahtangga untuk menanam cabai sendiri lewat Gerakan Tanam Cabai sebanyak lima pohon di setiap rumah.

Dan terlepas dari komentar masyarakat yang sepedas cabai tentang gagasan ini, sebenarnya menanam cabai di rumah memang mudah. Anda pun tidak perlu memiliki lahan yang luas untuk menanamnya jika sekedar untuk dikonsumsi sendiri.

Tertarik mencoba? Simak tips berikut ini:


1. Menyemai Biji Cabai

- Rendam biji cabai dalam air agar Anda bisa mengetahui biji yang berkualitas. Gunakan biji yang tenggelam untuk ditanam. Keringkan biji tersebut dengan dijemur. Dan untuk merangsang pertumbuhan benih, rendamlah biji pada air hangat selama 6 jam.
- Buat media tanam dengan mencampurkan tanah dengan sekam atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Semai benih dengan jarak 10 cm agar bisa tumbuh dengan optimal. Tutup media tersebut dengan karung goni basah. Setelah 4 hari ganti dengan plastik transparan
- Setelah 30 hingga 45 hari, benih akan tumbuh daun yang menunjukkan berarti sudah siap tanam.


2. Menanam Biji Cabai

- Siapkan polybag ukuran 30 cm atau pot bunga. Campurkan tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1 dan isikan ke dalam polybag atau pot dan beri lubang.
- Saat mulai besar, pasang bambu setinggi 20 cm di sebelah pohon sebagai penopang agar tetap tegak ketika tumbuh besar.


3. Merawat Cabai

Pohon cabai harus tetap dirawat dengan baik agar tumbuh dengan kualitas yang prima. Perawatan yang harus dilakukan antara lain siram setiap hari, sekurang-kurangnya 3 kali tapi jangan terlalu basah, agar tanahnya tidak kekeringan saja.

Tambahkan juga pupuk organik sebulan setelah penanaman agar aman untuk dikonsumsi.


4. Masa Panen

Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya agar bisa bertahan 2-3 hari di luar. Biasanya cabe rawit ini mulai panen ketika memasuki umur 2,5 bulan. Petiklah cabe beserta tangkainya di pagi hari setelah embun mengering.


5. Perhatikan Hama

Hama yang biasanya menyerang tanaman cabe adalah kutu daun, tungau merah, dan kutu garam. Bila Anda menemukannya di dalam tanaman cabe, buang bagian yang terserang hama. Bila kondisi hama sudah sangat parah, cabut dan bakar agar tidak menular ke bagian tanaman lain.

Yang jelas menanam cabe bisa dilakukan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Suhu yang optimal pada kisaran 24-27 derajat celcius, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Selamat mencoba!



Sumber Artikel: Liputan6.com
96
Artikel tentang Tanaman Hias / Mengenal Tanaman Hias Walisongo
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 20, 2017, 01:35:35 AM »

Tanaman hias walisongo memeliki bentuk yang sangat indah dengan daun-daun yang rimbun membuat tanaman ini semakin digemari oleh sebagian orang. Tanaman walisongo memiliki nama latin yaitu schefflera actinophylla. Bagaimana dengan ciri-ciri dari tanaman hias walisongo ini sendiri? Ciri-ciri dari tanaman hias walisongo adalah sebagai berikut:
1. Memiliki daun yang sangat rimbun.
2. Daun pada tanaman hias walisongo ini terkesan seperti bentuk daun dari daun singkong.
3. Batangnya ramping dan sangat cocok dengan bentuk daunnya.
4. Dan yang terakhir memiliki daun yang lebar-lebar.

Tanaman walisongo memiliki satu keunikan yang mungkin menjadi daya tarik tersendiri. Keunikan yang dimiliki dari tanaman hias walisongo adalah bentuk daunnya yang seperti daun singkong.

Kemungkinan besar para penghobinya tertarik kepada tanaman hias walisongo ini karena bentuk daunnya yang seperti daun singkong.


Tanaman hias walisongo memiliki berbagai macam bentuk, model, dan warna daun. Warna daunnya juga bisa dibilang unik. Dengan kombinasi putih dan kuning membuat daun dari tanaman walisongo ini menjadi tampak lebih indah lagi.

Tidak hanya itu, kini walisongo telah memiliki berbagai macam jenis yang baru. Namun sayangnya jenis terbaru dari walisongo itu bukanlah berasal dari Indonesia. Melainkan berasal dari negara-negara lain seperti Flipina, Cina, dan masih banyak negara lainnya.

Karena tanaman hias walisongo jenis baru bukanlah berasal dari Indonesia, maka para penggemar dari tanaman ini berlomba-lomba untuk mendapatkan tanaman cantik yang satu ini.

Selain itu, tanaman hias walisongo ini telah diteliti dan ternyata mampu menyerap racun dursila. Selain itu, tanaman ini juga dapat digunakan sebagai penetralisir udara di smoking area. Yang paling memudahkan dalam perawatan adalah tanaman hias walisongo mampu tumbuh di daerah gersang maupun basah.

Mengapa penghobi tanaman walisongo berlomba-lomba untuk mendapatkan tanaman walisongo ini? Karena, para penghobi ingin mendapatkan tanaman ini, sedangkan stok dari tanaman walisongo hanya sedikit.


Tanaman hias walisongo merupakan tanaman langka

Jadi, para penghobi berlomba-lomba untuk mendapatkan tanaman hias yang satu ini. Tidak hanya itu, karena keberadaannya yang boleh dibilang langka, walisongo jenis baru atau walisongo impor ini boleh dibilang kalau harganya tidaklah murah. Keadaan ini dikarenakan tanaman walisongo impor tidak banyak stoknya yang masuk ke Indonesia.

Namun begitu, walaupun harganya melambung tinggi para penghobi tetap ingin membeli dan mengkoleksi tanaman hias yang satu ini.

Mahalnya harga dari tanaman hias walisongo ini memang sebanding dengan bentuk dari walisongo yang sangat indah dan cantik ini. Tidak ada perasaan sia-sia jika membeli tanaman yang satu ini.

Tanaman walisongo cocok diletakkan pada sudut suatu ruangan dan pada elemen taman. Tanaman walisongo yang cocok untuk diletakkan pada sudut suatu ruangan adalah tanaman walisongo yang berukuran kecil (yang masih di dalam pot).

Sedangkan tanaman walisongo yang cocok untuk diletakkan pada elemen taman adalah tanaman walisongo yang berukuran besar atau tanaman walisongo yang sudah tidak di dalam pot (yang sudah ada batangnya).



Sumber Artikel: http://kebuntanaman.com/
97
Obrolan Ringan / Kembang Sepatu Bantu Mengatasi Obesitas?
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 19, 2017, 08:29:15 PM »
Oleh: Unoviana Kartika


Rasanya hampir tidak ada habisnya bicara soal obesitas dan bagaimana cara mengatasinya. Karena jumlah orang dengan obesitas terus meningkat di seluruh belahan dunia. Maka apapun yang dapat mengontrol berat badan pun menarik perhatian.

Namun, seringkali bahan yang diklaim dapat mengontrol berat badan faktanya tidak menunjukkan efek. Kini bunga dari tanaman Hibiscus atau yang dikenal dengan nama kembang sepatu mungkin akan menjadi harapan baru mengatasi obesitas.

Kembang sepatu merupakan bunga yang umumnya berwarna merah terang dengan mahkota yang sedikit berambut dan beraroma segar. Bunga ini sudah banyak dimanfaatkan untuk minuman dan makanan, misalnya diolah seperti teh. Di beberapa daerah, bunga ini juga dimanfaatkan untuk dibuat selai dan campuran lauk.


Sebagai obat tradisional, kembang sepatu telah dikenal memiliki manfaat dalam mengurangi tekanan darah tinggi. Bunga ini juga memiliki aktivitas anti-diabetes dan anti-kanker.

Kaya akan pigmen antioksidan ungu yang disebut antosianin, kembang sepatu juga memiliki manfaat anti-inflamasi, tergantung dari konsentrasinya. Selain itu, bunga ini juga mengandung beberapa jenis antosianin yang disebut delfinidin yang berperan sebagai agen mengontrol berat badan.

Sumber: www.culy.nl

Sebuah laporan yang dimuat dalam Food & Function Journal mengungkap, sebuah studi yang dilakukan pada manusia menunjukkan manfaat kembang sepatu dalam mengontrol berat badan. Setengah dari peserta diberikan ekstrak kembang sepatu dan setengah lainnya diberikan plasebo (pembanding yang bentuknya seperti obat tapi sebenarnya tidak mengandung bahan obat apapun) selama kurang lebih 12 minggu. Peserta berusia kisaran 18-65 tahun.

Kemudian, peneliti menganalisis perubahan bentuk tubuh peserta sebelum dan sesudah percobaan, termasuk lingkar pinggang, persen lemak tubuh, rasio pinggang-pinggul, serum lipase, gula darah, dan lain-lain.

Hasil percobaan memang tidak terlalu spektakuler, namun cukup menunjukkan potensi. Artinya mungkin kembang sepatu bukanlah keajaiban baru yang dapat membantu menurunkan berat badan. Namun paling tidak, kembang sepatu dapat membantu mengontrol berat badan, sambil mencoba cara lain untuk menurunkannya, misalnya dengan berolahraga jalan, lari, bersepeda, berenang, berdansa, atau lompat tali, dan mengatur pola makan.



Sumber: www.kompas.com
98

Keunikan tanaman yang satu ini adalah memiliki warna merah pada pucuknya.inilah yang menjadi alasan, kenapa tanaman hias yang memiliki nama Bunga pucuk merah begitu populer dikalangan para penghobi tanaman hias. Sebagai orang awam, mungkin Anda tidak akan sadar, tanaman ini kerap Anda lihat di berbagai ruangan outdoor maupun indoor.

Tanaman yang memiliki nama latin Syzygium oleana, sepintas memang mirip dengan tanaman cengkeh. Namun untuk penanamannya biasanya dibentuk seperti cemara untuk menonjolkan warna merah di pucuknya. Jika Anda tertarik untuk menanam tanaman ini dirumah, cocoknya tanaman ini memang diletakkan diareal halaman depan untuk merangsang pucuk-pucuknya agar tumbuh sempurna. Tanaman ini memang menyukai lokasi yang terkena paparan sinar matahari yang cukup. Hal ini memang berdampak secara langsung terhadap warna merah yang ada di pucuknya, agar senantiasa berwarna merah merona.

Menurut pengusaha tanaman hias, Sutaryani Sujoko yang memiliki usaha tanaman hias di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa tanaman bunga pucuk merah relatif mudah ditanam dan dirawat. Menurutnya untuk mempertahankan pucuk bunga yang indah, haruslah rutin dilakukan pemangkasan


“Hal ini dilakukan, agar tajuk tanaman selalu terjaga dan mempertahankan warna merah sebagai cirri khasnya,” kata Sutaryani.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa waktu ideal untuk pemangkasan dilakukan dalam rentang waktu dua minggu sekali. Dengan cara memilih warna pucuk daun yang sudah terlihat tua. Biasanya hal ini ditandai dengan warna daun yang tak lagi merah. Pemangkasan pun, menurut Sutaryani tidak harus dilakukan dengan gunting khusus, namun menggunakan tangan pun bisa dilakukan.

“ Tapi saat dipangkas, harus tepat di ruas cabangnya, hal ini bertujuan agar tunas yang baru tumbuh lebih cepat,”pungkasnya.
Hal lain yang sering ditemui saat perawatan tanaman hias ini, seringkali warna pucuknya tidak merata. Kenapa bisa demikian?
Sutaryani mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan paparan sinar matahari yang didapatkan si bunga pucuk merah tidak merata. Jika Anda memang menanam tanaman ini di pot, saran yang diutarakan oleh Sutaryani agar rajin memutar posisi tanaman minimal dua minggu sekali.

Selain itu, agar tumbuh subur berilah pupuk NPK yang bisa diberi minimal dua bulan sekali dan intensitas penyiraman yang cukup rutin, karena bunga pucuk merah memerlukan kadar air yang tinggi untuk mempertahankan warna pucuk daunnya.

Sumber Artikel: Jitunews.com
99
Artikel tentang Tanaman Hias / Tahukan Anda Tumbuhan Aconitum?
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 17, 2017, 02:51:01 AM »

Aconitum, yang dikenal sebagai aconite, monkshood, wolfsbane, kutukan macan tutul, kutukan perempuan, helm Devil’s atau biru roket adalah genus tanaman berbunga milik keluarga buttercup (Ranunculaceae). Ada lebih dari 250 spesies Aconitum. Tanaman ini berasal dari pegunungan bagian dari belahan bumi utara, tumbuh di tanah yang lembab. Di Nepal dkenal sebagai Racun Bikh. Racun berasal dar akarnya yang berisi banyak sekali pseudaconitine alkaloid, yang merupakan racun mematikan. Beberapa spesies Aconitum telah digunakan sebagai racun panah. Banyak digunakan terutama d daerah Ladakh, Jepang, Cina, dalam peperangan.

Banyak jenis Aconitum dibudidayakan di kebun, ada yang berbunga biru atau kuning sebagai tanaman hias. Lycoctonum Aconitum (Alpine wolfsbane), adalah spesies aconitum yang berbunga kuning yang banyak ditemukan di Pegunungan Alpen Swiss. Mereka berkembang di tanah kebun, dan tumbuh di bawah naungan pohon. Mereka mudah disebarkan oleh akar atau biji; tapi untuk akar harus berhati2 jauhkan dari jangkauan ternak atau bahkan anak-anak karena sangat beracun.


Aconite telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia (India, Cina) setelah sebelumnya didetoksifikasi sehingga tidak lagi memiliki toksisitas aktif. Hal ini digunakan dalam pengobatan tradisional Cina sebagai pengobatan untuk kekurangan Yang, seperti kedinginan dan kelemahan tubuh, oleh karena ramuan ini dianggap panas, dan beracun (sehingga diberikan dalam dosis sangat kecil). Aconite yang dicampur dengan patrinia dan Coix, mereka pakai dalam pengobatan usus buntu.

Ramuan itu dibudidayakan secara luas di Eropa, mungkin mencapai Inggris sebelum abad kesepuluh, di mana disana para petani sulit menanamnya, disana digunakan sebagai anodyne, diuretik, dan untuk mengeluarkan keringat. Pada abad kesembilan belas aconite banyak yang diimpor dari Cina, Jepang, Fiji, dan Tonga.

Dalam kedokteran Barat, aconite digunakan sampai hanya pertengahan abad ke-20, setelah itu tidak lagi digunakan karena telah digantikan oleh obat yang efektif dan lebih aman dan perawatan. Di Inggris pada tahun 1911 oleh British Pharmaceutical Codex, aconite kembali digunakan untuk kegunaan medis, dimana mereka memanfaatkan kinerjanya seperti perangsangan dan kemudian pelumpuhan / pengebasan saraf sensorik (menghilangkan rasa sakit), sentuhan, dan suhu jika diberikan pada kulit atau membran mukosa, diperlukan kewaspadaan yang tinggi ndalam menggunakan aconite ini, karena kulit yang terkelupas dapat menyerap dosis obat lebih banyak sehingga berbahaya, bahkan bila kita hanya mencicipinya saja bisa berakibat fatal.



Sumber Artikel: http://knockdown941.blogspot.com/
100
Trip & Trik Memelihara Tanaman / Re:8 Langkah Bunga Potong Tetap Segar
« Tulisan terakhir oleh diankrisechan pada Januari 12, 2017, 08:08:22 PM »
Informasinya sangat bermanfaat sekali, nanti aku coba praktekkan

Oke gan, semangat  ;D ;D
Halaman: 1 ... 8 9 [10]


Copyright © Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia