Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia




Penulis Topik: Tren Baru! Adenium Mumi  (Dibaca 3632 kali)

injid

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 11
    • Lihat Profil
Tren Baru! Adenium Mumi
« pada: September 06, 2009, 08:12:02 PM »
Oleh trubusid_admindb

 PENAMPILAN 4 POT ADENIUM OBESUM DI KONTES UNIVERSITAS BUDILUHUR, JAKARTA SELATAN, JUNI 2009, ITU SUNGGUH MENGECOH. MEREKA TAMPAK TUA DENGAN BENTUK PROPORSIONAL: AKAR, BATANG, CABANG, HINGGA RANTING TUMBUH SEIMBANG. PADAHAL SESUNGGUHNYA CABANG DAN RANTING ITU TERSUSUN DARI POTONGAN-POTONGAN YANG TERPISAH. NAMUN, 15-25 BEKAS SAMBUNGAN NYARIS TAK TERLIHAT. ITULAH MAWAR GURUN HASIL SAMBUNGAN EKSTREM YANG PALING DICARI SAAT INI.

Cabang hingga ranting obesum-obesum itu disambung serentak dengan teknik sambung rata. Sambungan tak bakal goyah karena dibebat tali plastik sehingga menyerupai mumi. Teknik serupa memakai sambung V, meninggalkan bekas meski sudah berselang 2-3 tahun pascasambung. Penampilan adenium menjadi kurang cantik. Dengan sambung rata bekas sambungan menjadi samar. (baca: Mumi dari Jember, Trubus Agustus 2009).

‘Munculnya adenium hasil sambung ekstrem seperti di Budiluhur bukan yang pertama,’ ujar Andi Solviano Fajar, praktikus tanaman hias di Solo, Jawa Tengah. Pada 2006, Andi menjumpainya di kontes adenium di AJBS, Surabaya, Jawa Timur.
Euforia

Di kalangan hobiis, teknik sambung rata-mirip memasang pasak pada bangunan-terus diperbaiki hingga luka bekas sambungan nyaris tak terlihat. Dengan teknik tepat penampilan adenium hasil sambungan sama cantik seperti normal. Buktinya 2 mawar gurun yang dimumi milik nurseri Utaka di Jakarta menjadi juara ke-1 dan 2 kelas prospek kontes adenium Universitas Budiluhur.

Prestasi serupa sudah lebih dulu ditorehkan adenium mumi koleksi Wei Sun setahun silam. Shabi star sambungnya meraih juara pada kelas utama nonbunga kecil kontes di Wonogiri, Jawa Tengah. Bahkan kecantikan mawar gurun juara itu memikat kolektor asal Thailand. Usai kontes, adenium hasil sambung bertingkat itu diboyong ke negeri Siam dengan harga Rp65-juta.

Menurut Kevin Handoko, kolektor adenium di Surabaya, saat ini Gresik-sentra adenium di Jawa Timur-tengah mengembangkan adenium sambung bertingkat secara besar-besaran. Hampir setiap stan di kota itu memajang mawar gurun hasil sambung bertingkat. Adenium hasil sambung dari Gresik diminta pembeli dari Bandung, Jawa Barat dan Jakarta. Jumlahnya mencapai 1.000 tanaman dan baru terpenuhi 650 pohon. Harganya beragam mulai dari Rp500-ribu hingga puluhan juta rupiah per pot tergantung ukuran tanaman, umur batang bawah, dan kualitas sambungan.

Euforia adenium mumi pun menular ke Jember, Jawa Timur, dan Tangerang, Banten. Di Jember misalnya, Alfi Fatah-salah satu pelopor pembuatan adenium mumi-selama 3 bulan terakhir mendapat permintaan 22 pohon hasil sambung rata.

Arena pameran Flora dan Fauna di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Agustus 2009, tak luput dari 'virus' adenium mumi. Tiga nurseri yang memajang adenium mumi-Kristal, Utaka, dan Daun Putih-selalu dipadati pengunjung. Menurut Zulva Halim dari nurseri Daun Putih, selama setengah bulan pameran ia mendapat pesanan 150 pohon. Sedangkan dari Utaka, terjual 30 pohon. Nurseri Kristal yang 2 kali mendatangkan adenium hasil sambung rata dari Surabaya, 14 pot.
Ada ikon

Para pemain mengakui, kehadiran kamboja jepang hasil bedah plastik -sebutan di dunia maya-itu kembali menggairahkan bisnis adenium. Itu mengingatkan pada tren mawar gurun era 2004-2005. Ketika itu kehadiran harry potter menjadi gerbong laju bisnis tanaman anggota famili Apocynaceae itu.

Pada tren 2006-2007 pemicunya adalah kehadiran bunga ganda dan kuning, tanaman-tanaman berbonggol indah-arabicum, serta adenium unik. Ketika itu adenium jenis ra chinee pandok (RCN), yaman, thai socco, dan black giant jadi yang paling diincar. Sama halnya dengan si petal ganda, petal kuning, dan batang bentuk unik menyerupai kura-kura, angsa, ular, merak, buaya, atau pesilat.

Akhir 2008 adenium kembali menggeliat dengan kemunculan mawar gurun berpetal 3 asal Thailand. Penampilannya benar-benar mirip mawar. Kini Hartono Purnomosidi di Surabaya tengah memperbanyak 2 varian adenium petal 3 dan 20 jenis berpetal 2. Empat jenis berpetal ganda-amazing thailand, flutter, double beauty, dan double star-sudah siap pindah ke tangan hobiis pada Juli 2009. Sedangkan sisanya, ‘Rencananya dirilis pada November 2009,’ kata Hartono.

Gerak serupa dilakukan nurseri Godongijo, di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Ada 4 jenis adenium tripel dan 11 jenis petal ganda hasil silangan sendiri yang diduplikasi agar siap masuk pasar 2010. Toh, euforia pada 2009 bukan semata-mata karena kehadiran adenium mumi. Kontes dengan sistem terbaru: grand prix ala Formula 1 (F1) dan MotoGP membuat hobiis giat mencari tanaman untuk lomba.

Pada 2009 kontes berlangsung 4 putaran: di Jember, Klaten, Surabaya, dan Kediri. Hingga Agustus 2009 telah digelar 2 putaran di Jember dan Klaten. Dengan sistem grand prix setiap peserta mendapat poin penilaian pada setiap kontes yang diikuti. Nilainya diakumulasikan selama setahun. Peserta dengan poin tertinggi bakal dinobatkan sebagai grand champion 2009.

Munculnya sistem itu membuat trainer adenium kebanjiran order. Maklum, kontes yang terjadwal membuat para pemain bisa mempersiapkan tanamannya dengan terencana. ‘Bahkan saat ini (Juni 2009, red) sudah banyak yang mencari tanaman untuk ditraining menghadapi grand prix tahun depan,’ kata Andi.

Salah satunya Kevin yang tengah mempersiapkan 10 adenium mumi. Mengapa pilih itu? ‘Dengan sambung bertingkat dihasilkan adenium kelas kontes dalam waktu singkat,’ katanya. Harapannya mumi-mumi itu bisa meraih gelar juara. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Ari Chaidir dan Nesia Artdiyasa)

Sumber : http://www.trubus-online.co.id/

Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia

Tren Baru! Adenium Mumi
« pada: September 06, 2009, 08:12:02 PM »

 



Copyright © Forum Komunitas Tanaman Hias Indonesia